PADA perdagangan Senin (14/8/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup naik tipis. Ditopang oleh saham pembuat chip Nvidia melonjak 7,1 persen.
Mengutip Reuters, Selasa (15/8) S&P 500 naik 0,58 persen menjadi 4.489,72 poin. Nasdaq naik 1,05 persen menjadi 13.788,33 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,07 persen menjadi 35.307,63 poin.
Reli di saham pembuat chip mendorong indeks teknologi informasi (.SPLRCT) 1,85 persen lebih tinggi, menjadikannya yang terkuat dari 11 indeks sektor S&P 500.
Saham pertumbuhan megacap lainnya naik, termasuk Alphabet (GOOGL.O) , naik 1,4 persen dan Amazon.com (AMZN.O) , naik 1,6 persen. Chipmaker Micron Technology (MU.O) berakhir dengan kenaikan 6,1 persen.
“Ini adalah hari pertama, dalam beberapa saat teknologi benar-benar mengungguli secara signifikan,” kata CEO Infrastructure Capital Advisors di New York, Jay Hatfield.
“Itu menunjukkan fakta bahwa Anda memiliki laporan blockbuster Nvidia yang akan datang dan itu dapat mendukung pasar teknologi secara substansial,” imbuhnya.
Adapun beberapa perusahaan teknologi yang menggalang optimisme tahun ini tentang AI, akan melaporkan hasil kuartalannya minggu depan.
“NVIDIA tetap menjadi pilihan utama kami, dengan latar belakang pergeseran besar-besaran dalam pengeluaran menuju AI, dan ketidakseimbangan permintaan-penawaran yang cukup luar biasa yang akan bertahan selama beberapa kuartal berikutnya,” kata Analis Morgan Stanley.
Tesla (TSLA.O) turun 1,2 persen usai Elon Musk mengatakan telah memangkas harga di China untuk beberapa versi Model Y.
Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada pendapatan kuartalan dari pengecer besar AS termasuk Walmart (WMT.N) dan Target (TGT.N).
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Selasa (15/8). Pada perdagangan hari Senin (14/8), IHSG ditutup menguat 30,19 poin atau 0,44 persen ke 6.910,17.
Analisis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, memperkirakan indeks saham berpeluang uji 6.900-6.930 pada perdagangan hari ini. Menurut Alirch, pemulihan penjualan ritel di China berpotensi menjadi sentimen positif pergerakan IHSG.
“Penjualan ritel Tiongkok diperkirakan tumbuh 4,5 persen (yoy) di Juli 2023 dibanding 3,1 persen (yoy) di Juni 2023,” kata Alrich dalam prediksinya, Selasa (15/8).
Sementara di dalam negeri, pelaku pasar masih mengantisipasi data negara Indonesia (NPI). NPI diperkirakan surplus USD 2,53 miliar di Juli 2023. Namun di sisi lain, nilai ekspor diperkirakan turun 18,3 persen (yoy) di Juli 2023, membaik dibanding penurunan 21,18 persen di Juni 2023.
Sementara, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya, menyebut IHSG masih terkonsolidasi wajar di tengah momen rilis kinerja emiten swpanjang semestee satu dan kuartal kedua.
“Faktor tersebut menjadi salah satu penunjang kenaikan IHSG beberapa waktu mendatang. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” ujar William.
Adapun beberapa saham yang menjadi rekomendasi William adalah UNVE, KLBF, TP, PWON, ASRI, BBCA, BBNI, DMAS, dan JSMR. (*)