Pada perdagangan Senin (6/3/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat. Investor yang menimbang ekspektasi pertumbuhan China dan penurunan pesanan pabrik AS, sambil menantikan kesaksian kongres Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan data pekerjaan penting di akhir pekan ini, mempengaruhi penguatan tersebut.
Mengutip Reuters, Selasa (7/3), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 40,47 poin atau 0,12 persen menjadi 33.431,44. S&P 500 (.SPX) naik 2,78 poin atau 0,07 persen menjadi 4.048,42. Kemudian Nasdaq Composite (.IXIC) turun 13,27 poin atau 0,11 persen menjadi 11.675,74.
“Anda akan mengalami reaksi pasar seperti ini, di mana investor memanfaatkan reli awal menjelang beberapa peristiwa yang berpotensi menggerakkan pasar,” kata Kepala Eksekutif di Horizon Investment Services, Chuck Carlson.
Di antara 11 sektor industri utama S&P, enam sektor berakhir lebih tinggi. Sektor bahan terkait komoditas (.SPLRCM) adalah sektor yang mengalami penurunan terbesar, yakni jatuh 1,7 persen setelah China menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan tahun ini sekitar 5 persen.
“Pasar berada dalam pola bertahan karena minggu ini akan menjadi kunci untuk menyoroti apa yang terjadi dengan ekonomi AS,” kata Kepala Strategi Ekuitas AS, Irene Tunkel.
“Orang-orang khawatir tentang jumlah pekerjaan dan data ekonomi karena mereka khawatir tentang apa yang akan dilakukan The Fed. Pada akhirnya semua jalan mengarah ke The Fed,” tambahnya.
Reuters melaporkan, saham perusahaan terkait cryptocurrency bergejolak setelah Silvergate Capital Corp (SI.N) mencabut jaringan pembayaran kripto dan menimbulkan keraguan tentang kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam bisnis. Saham Silvergate ditutup turun 6,2 persen, sementara rekan bank crypto Signature Bank (SBNY.O) turun 2,5 persen
Sementara S&P 500 membukukan 20 tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu terendah baru. Nasdaq Composite mencatat 85 tertinggi baru dan 92 terendah baru.
Di bursa AS, 10,57 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 10,98 miliar selama 20 sesi terakhir.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (7/3). Pada penutupan perdagangan Senin (6/3), IHSG ditutup melemah 0,10 persen di level 6.807.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, memprediksi IHSG menguat di rentang 6.757-6.872. Menurutnya, pola pergerakan IHSG saat ini masih menunjukkan kondisi sideways.
Namun pergerakan IHSG pada hari ini akan dibayangi oleh sentimen rilis data perekonomian mengenai cadangan devisa.”Cadangan devisa diperkirakan masih dalam kondisi stabil dan terkendali, sedangkan masih tercatatnya capital inflow secara ytd juga turut memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William dalam prediksinya, Selasa (7/3).
Saham yang direkomendasikan William adalah UNVR, TBIG, TLKM, EXCL, TOWR, BBCA, BBRI, GGRM, HMSP.
Sementara itu, Analisis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, memprediksi IHSG akan mengalami momentum bearish atau melemah. “Level support IHSG berada di 6.800, 6.760, 6.712 dan 6.644, sementara level resistennya di 6.893, 6.923 dan 6.968. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish,” kata Ivan.
Ivan merekomendasikan untuk hold saham ADRO. Sebab, ADRO bergerak di atas garis SMA-20 pada chart harian, menandakan bahwa tren kini sedang bullish untuk jangka pendek.
Apabila harga tetap berada di atas 2870 maka ADRO akan melanjutkan tren naik menuju resisten fibonacci terdekat di 3.200. “Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish. Hold dengan target harga terdekat di 3.200,” terang Ivan.
Di sisi lain, dia merekomendasikan untuk melakukan pembelian pada saham ANTM jika harganya mengalami penurunan. “Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish, hold atau buy on weakness pada rentang harga 1.900-1.940 dengan target harga terdekat di 2.120,” tandasnya.