Saham ChatGPT Topang Wall Street hingga Ditutup Bervariasi

Kekhawatiran anggota parlemen AS menentang kesepakatan untuk menaikkan batas utang USD 31,4 triliun memicu perdagangan Selasa (30/5/2023). Dimana bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup beragam.

Meski begitu, Wall Street ditopang sentimen lain dalam saham Nvidia yang mendorong pembuat chip tersebut ke dalam perusahaan senilai USD 1 triliun.

Mengutip Reuters, Rabu (31/5), Dow Jones Industrial Average turun 50,56 poin atau 0,15 persen menjadi 33.042,78. S&P 500 naik 0,07 poin atau 0 persen menjadi 4.205,52, dan Nasdaq Composite bertambah 41,74 poin atau 0,32 persen menjadi 13.017,43.

Hanya tiga dari 11 sektor S&P 500 yang lebih tinggi, sementara penurunan saham melebihi kenaikan saham di S&P 500 Nasdaq. Indeks S&P 500 awalnya ditutup datar tetapi mendekati level tertinggi sejak Agustus 2022, tepat di atas 4.200 poin.

Dow Jones Industrial Average berada di posisi lebih rendah sementara Nasdaq Composite naik. S&P 500 dan Nasdaq naik pada bulan Mei.

Selama akhir pekan, Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR dari Partai Republik, Kevin McCarthy, setuju menangguhkan sementara plafon utang dan membatasi sebagian pengeluaran federal.

Pada hari Selasa, MCCarthy menyampaikan kesepakatan itu seharusnya mudah bagi Partai Republik untuk memilih dan kemungkinan besar akan disetujui, namun beberapa Republik sayap kanan menentang kesepakatan bipartisan.

“Saya tidak akan terkejut jika hasil pemungutan suara gagal dan mereka harus kembali lagi. Tapi saya sangat yakin perjanjian plafon utang akan disetujui sebelum jatuh tanggal 5 Juni,” kata Kepala Strategi Investasi di CFRA di New York.

Nvidia Corp memangkas keuntungan usai mencetak rekor tertinggi. Perusahaan mengantisipasi lonjakan permintaan untuk chip AI yang mendukung chatbot ChatGPT dan aplikasi lainnya. Pembuat chip tersebut naik 3 persen dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 991 miliar.

Data menunjukkan kepercayaan konsumen naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Mei, memicu spekulasi bahwa Fed mungkin akan menaikkan suku bunga lebih tinggi untuk melawan inflasi.

KONSOLIDASI WAJAR

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami konsolidasi wajar pada perdagangan hari ini, Rabu (31/5). Pada penutupan perdagangan Selasa (30/5), indeks saham ditutup melemah 44,68 poin atau 0,67 persen ke posisi 6.636,42.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.598 sampai 6.789. Menurutnya, pergerakan IHSG terlihat sedang berada dalam tekanan dan menguji support level terdekat.

“Adanya potensi teknikal rebound masih terlihat, namun potensi tekanan jangka pendek masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” kata William dalam proyeksinya, Rabu (31/5).

Sehingga, kata dia, masih adanya risiko koreksi wajar tetap harus diwaspadai oleh para investor. Namun momentum tekanan masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor jangka menengah hingga investor jangka panjang.

“Hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi,” tegasnya.

Saham-saham yang direkomendasikan William di antaranya yaitu ICBP, BBCA, AKRA, ITMG, GGRM, CTRA, dan AALI.

Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memprediksi IHSG kembali fluktuatif dalam rentang 6630-6680, di hari terakhir perdagangan di pekan ini. Secara teknikal, ada kecenderungan IHSG melanjutkan koreksinya ke kisaran 6620-6630.

Alrich menilai, pasar di Indonesia nampaknya masih nervous terhadap potensi debt ceiling deal antara Presiden AS, Joe Biden dan House Speaker, Kevin McCarthy. Keduanya memang telah mencapai tentative deal di Sabtu (27/5) lalu, namun belum ada kesepakatan resmi di antara keduanya. Padahal tenggat waktu tercapainya debt ceiling di AS semakin dekat, diperkirakan pada 5 Juni 2023.

“Dari dalam negeri, pasar libur pada 1 dan 2 Juni 2023. Hal ini turut mempengaruhi sikap hati-hati pelaku pasar. Selama periode tersebut, ECB dijadwalkan mengumumkan suku bunga acuan dan AS dijadwalkan merilis data sektor tenaga kerja,” ungkap Alrich.

Saham yang direkomendasikan Alrich di antaranya yaitu BBRI, GOTO, PGAS, PTBA, SMGR, ARTO, BBTN dan BTPS.

 

Leave a Comment