Pada perdagangan Rabu (19/7/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup naik. Pasalnya, investor tengah mengukur putaran terakhir pendapatan perusahaan.
Mengutip Reuters, Kamis (20/7) Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,31 persen menjadi 35.061,21, S&P 500 (.SPX) naik 0,24 persen menjadi 4.565,72 dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik tipis 0,03 persen menjadi 14.358,02.
“Saham bank memperpanjang reli mereka, dengan indeks bank S&P 500 (.SPXBK) naik 1,70 persen, naik untuk sesi ketiga berturut-turut dan untuk kedelapan kalinya dalam sembilan sesi terakhir,” tulis laporan tersebut.
Kemudian, Goldman Sachs naik 0,97 persen setelah melaporkan laba terendah dalam 3 tahun. Meski begitu, CEO David Solomon membuat komentar optimis tentang tanda-tanda pemulihan di perbankan investasi.
Tesla (TSLA.O) naik 0,46 persen setelah bel penutupan dalam perdagangan berombak. Kenaikan tipis tersebut juga ditopang oleh laloran margin kotor Tesla yang turun pada kuartal kedua.
Di sisi lain, Netflix (NFLX.O) kehilangan 4,48 persen. Pendapatan kuartal kedua diperkirakan turun 8,2 persen. Data Refinitiv menunjukkan adanya penurunan lebih dari 5,7 persen dari yang diperkirakan pada awal bulan.
Volume di bursa AS adalah 10,98 miliar saham, meningkat dibandingkan dengan rata-rata 10,57 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Kamis (20/7). Pada perdagangan Selasa (18/7), IHSG ditutup melemah 36,941 poin atau 0,54 persen ke level 6.830,203.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menguji support 6.780 di Kamis.
“MACD dan Stochastic RSI berpotensi death cross diikuti MFI OBV yang mengarah turun memperkuat proyeksi tersebut,” kata Alrich, Kamis (20/7).
Alrich melanjutkan, dari eksternal, sejumlah data ekonomi akan rilis pada pekan ini seperti inflasi dari Inggris dan Eropa yang diperkirakan masih belum adanya penurunan serta naiknya klaim pengangguran AS ke level 242 ribu dari sebelumnya 237 ribu.
Selain itu Tiongkok melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen yoy pada kuartal II2023 di bawah ekspektasi di 7,3 persen yoy. Kondisi ini menandakan adanya perlambatan ekonomi global.
“Dari dalam negeri adanya penurunan nilai ekspor hingga 21,18 persen yoy dan penurunan nilai impor ke 18,35 persen yoy di Juni 2023,” tutur Alrich. Meskipun dengan kondisi ini masih mencatatkan surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD 3,45 miliar pada bulan Juni 2023.
Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas memprediksi IHSG akan terkoreksi terlebih dahulu dalam jangka pendek untuk menguji rentang area 6.820-6.847. “Selanjutnya, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.766, maka IHSG berpeluang menguat kembali menguji 6.938-7.013,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Alrich menyebut pelaku pasar dapat memperhatikan saham-saham seperti RALS, AUTO, DRMA, MEDC, SMDR, BBTN, dan MNCN. (*)