Saham Apple Merosot Usai Putusan Pengadilan, Wall Street Ditutup Melemah

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Jumat (10/9/2021), dua Indeks utama Wall Street, S&P 500 dan Dow Jones ditutup melemah. Pendorong pelemahan Wall Street yaitu karena investor menimbang tanda-tanda inflasi yang lebih tinggi. Sedangkan Apple Inc merosot menyusul putusan pengadilan yang tidak menguntungkan terkait toko aplikasinya.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 0,78 persen menjadi 34.607,72 poin. Sementara S&P 500 juga turun 0,77 persen menjadi 4.458,58. Nasdaq Composite juga melemah 0,87 persen menjadi 15.115,49.

Secara keseluruhan, S&P 500 kehilangan 1,7 persen, Dow turun 2,15 persen dan Nasdaq merosot 1,61 persen di pekan ini.

“Pasar sedang beristirahat. Investor mencari beberapa berita atau informasi besar yang berada di luar ekspektasi, sesuatu yang jauh lebih besar, positif atau negatif, yang akan memberi investor visibilitas yang lebih baik tentang bagaimana keadaan akan mencari keseimbangan tahun ini,” kata Greg Bassuk, CEO AXS Investments, dikutip dari Reuters, Senin (13/9).

Apple turun 3,3 persen setelah hakim menjatuhkan putusan terkait aturan App Store-nya yang menguntungkan pembuat aplikasi. Penurunannya berkontribusi lebih dari saham lain terhadap penurunan Nasdaq dan S&P 500. Sementara saham pembuat aplikasi menguat, dengan Spotify Technology naik 0,7 persen, dan Activision Blizzard dan Electronic Arts keduanya naik sekitar 2 persen.

Seluruh indeks S&P 500 turun, dengan real estat dan utilitas masing-masing turun lebih dari 1 persen dan memimpin penurunan. Didi Global yang terdaftar di AS turun 5 persen. Grocer Kroger Co merosot hampir 8 persen setelah pernyataan gangguan rantai pasokan global, biaya pengiriman, diskon dan pemborosan akan memukul margin keuntungannya.

Volume di bursa AS mencapai 10,0 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata perdagangan selama 20 hari dengan 9,2 miliar.

Baca Juga:   Rebound Saham Teknologi hingga Data Pengangguran Dorong Wall Street Menguat

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini. Pada penutupan perdagangan Jumat (10/9), IHSG ditutup naik 26,654 poin (0,43 persen) ke posisi 6.094.873.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan IHSG berpeluang menguat hari ini ke posisi 6.059 hingga 6.150. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal menurut Lanjar di antaranya AGII, BBRI, BBNI, ERAA, IMAS, SMGR, TINS, TPIA.

“Secara teknikal IHSG berhasil mengkonfirmasi whipsaw di level MA200 dan memberikan signal rebound pada tren positif menuju resistance upper bollinger bands,” ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (13/9).

“Momentum indikator RSI dan Stochastic menjenuh pada area dekat oversold dengan pergerakan mendatar indikator MACD memberikan signal volatilitas harga dalam bergerak terkonsolidasi masih membebani,” tambahnya.

Sementara CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya memprediksi IHSG terkonsolidasi hari ini. Dalam risetnya dia memprediksi IHSG akan bergerak di rentang 5.969 hingga 6.202.

“Potensi tekanan yang masih jauh lebih besar dibanding dengan kemampuan naiknya, hal ini terlihat dari masih minimnya sentimen ditambah dengan kondisi perlambatan perekonomian yang masih berlangsung, fluktuasi harga komoditas serta nilai tukar Rupiah juga belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG, hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi,” kata dia.

Saham yang direkomendasikan William antara lain SMGR, MYOR, BBNI, CTRA, ASRI, INDF, ASII, WIKA.

 

 

Leave a Comment