Rekap Pekan Ini: Dolar AS Terpukul 3 Rival Mayor

XM broker promo Hadiah

Rekapitulasi pasar forex untuk pekan yang berakhir tanggal 18 September, menunjukkan bahwa Dolar AS kalah unggul terhadap Yen, Euro, dan Dolar New Zealand. Menurut Kathy Lien dari BK Asset Management, laporan ekonomi terbaru AS menyatakan bahwa Sentimen Konsumen meningkat di bulan September. Namun, defisit neraca berjalan saat ini melambung di kuartal kedua. Kenaikan sentimen konsumen AS dinilai sebagai sebuah kejutan, mengingat bahwa saham-saham secara umum sedang merosot dan tunjangan pengangguran ekstra bagi warga AS belum dilanjutkan.

USD/JPY Anjlok; The Fed Tak Bakal Naikkan Rate

Kendati demikian, hal ini berarti bahwa masih ada banyak harapan yang mengiringi kemajuan vaksin. Aktivitas ekonomi pun perlahan kembali ke normal meski wabah belum reda. Pergerakan saham dalam sepekan terakhir terbilang flat, dan reli Dolar masih menunjukkan aksi penghindaran risiko. Buktinya, USD/JPY anjlok selama lima hari beturut-turut ke lecel rendah satu tahun.

Menurut Presiden The Fed Neil Kashkari, bank sentral harus menahan diri dari kenaikan suku bunga sampai inflasi inti mencapai 2 persen dalam waktu kurang lebih satu tahun. Kashkari merupakan anggota FOMC yang bersentimen paling dovish, tetapi komentarnya tersebut menunjukkan bahwa bank sentral memang masih tak berhasrat untu mengubah kebijakan dalam beberapa tahun ke depan.

Kestabilan kebijakan moneter The Fed dalam jangka panjang semacam itulah yang menurut Lien, menjadi penyebab tarik-tambang antara mata uang dan saham saat ini. Pemulihan ekonomi global kembali kehilangan momentum. Kasus infeksi virus Corona mulai naik di Eropa dan masih bisa melonjak juga di AS. Faktor-faktor ini saling mempengaruhi satu sama lain. Sementara melihat pilpres AS yang kurang dari 7 pekan, maka boleh jadi akan sulit bagi saham untuk melanjutkan perolehanyang sudah dihimpun.

Baca Juga:   Daftar Badan Regulasi Broker Forex Di Dunia

Eropa Terancam Covid-19 Babak Dua

Untuk pair EUR/USD, Lien menyoroti kenaikan kasus infeksi virus Corona di Eropa. ECB memang menyatakan tak khawatir terhadap level Euro saat ini. Akan tetapi, jika kebijakan pembatasan sosial yang mungkin harus diberlakukan lagi dapat menyebabkan perlambatan lebih jauh, maka bank sentral harus mengubah pandangan terhadap nilai tukar Euro sekarang.

New Zealand Nol Kasus Baru Virus Corona

Di sisi lain, NZD/USD terus mendaki semenjak pemerintah Selandia Baru mengumumkan tak ada kasus infeksi COVID-19 baru di negara mereka. Pengumuman ini adalah yang pertama kalinya sejak tanggal 10 Agustus lalu. Selandia Baru merupakan negara yang paling depan dalam upaya menghentikan wabah virus Corona, baik gelombang pertama maupun kedua. Kesuksesan PM Jacinda Ardern dalam mengatasi virus Corona di negaranya ini, menjadi alasan utama bullish Dolar New Zealand saat ini.

nzdusd

Tagged With :

Leave a Comment