RBA Patahkan Ekspektasi Hawkish Pasar, Aussie Jeblok

Suku bunga bank sentral Australia (RBA) dipertahankan di level rendah 0.1% hingga bulan November ini. Bank sentral tersebut juga berkomitmen untuk terus memompa stimulus ke perekonomian, dengan cara membeli obligasi senilai $4 miliar per pekan hingga Februari.

Namun, RBA meninggalkan salah satu langkah stimulus moneter yakni Yield Curve Control. Kebijakan yang diperkenalkan sejak Maret 2020 begitu COVID-19 melanda ini sudah tak lagi dijadikan patokan. RBA melepaskan cengkeramannya pada yield curve yang mencakup penjagaan terhadap yield obligasi pemerintah April 2024 pada tingkat yang sama dengan tingkat suku bunga.

Kapitulasi tersebut disetujui oleh para anggota rapat RBA berhubung mereka telah gagal melakukan intervensi beberapa kali minggu lalu untuk melindungi level 0.1 persen dalam menghadapi aksi jual pasar obligasi.

“Kebijakan ini menjadi tidak berkelanjutan karena pasar mengalihkan pandangannya tentang kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum 2024; sesuatu yang diakui RBA sebagai kebijakan yang tidak lagi efektif dalam menahan struktur umum suku bunga di Australia,” kata Ivan. Colhoun, kepala penelitian global di NAB.

Alasan lain dibalik pengabaian terhadap Yield Curve Control adalah karena kepemilikan obligasi. “Bank menyematkan keputusan untuk mengabaikan target imbal hasil pada sebagian faktor teknis, dengan alasan bahwa jika mempertahankan target, maka bank akan memiliki seluruh jumlah obligasi April 2024 yang beredar,” kata Marcel Thieliant, ekonom senior di Capital Economics.

Suku Bunga RBA Mungkin Baru Naik 2024

RBA memberikan sinyal paling kuat terhadao kemungkinan kenaikan suku bunga ke 2023 dari 2024. Meskipun demikian, gubernur RBA Philip Lowe memperingatkan bahwa “masih sangat mungkin suku bunga akan tetap pada level saat ini hingga 2024”. Menurut Lowe, pasar telah “benar-benar bereaksi berlebihan” terhadap satu laporan inflasi, padahal data itu tidak mencerminkan fungsi reaksi RBA.

“Dewan siap untuk bersabar, dengan perkiraan utama untuk inflasi saat ini tidak lebih tinggi dari 2,5 persen pada akhir 2023 dan hanya peningkatan bertahap dalam pertumbuhan upah.” ujar Lowe.

Menyusul kebijakan moneter RBA, AUD/USD merosot drastis ke 0.7422. Pasalnya, pasar sudah terlanjur menaruh sentimen hawkish pada RBA. Namun, kenyataannya bank sentral Australia justru sangat dovish dan mematakan ekspektasi Rate Hike secepatnya.

audusd

Tagged With :

Leave a Comment