Harga Bitcoin (BTC) mengalami fluktuasi tajam sepanjang tahun 2025. Setelah mengawali Januari pada 93.347 dolar AS, harga Bitcoin jatuh sampai 74.434 pada bulan April, lalu melejit sampai rekor tertinggi 126.272 pada bulan Oktober. Menjelang akhir tahun, harga Bitcoin longsor lagi sampai menyentuh 80.537.

Prospek harga Bitcoin tahun 2026 menghadapi ancaman fluktuasi dan volatilitas yang sama tingginya dengan tahun 2025. Beragam lembaga keuangan terdepan memperkirakan BTC berpotensi mencetak rekor tertinggi baru lagi, tapi tetap akan mengalami “fase koreksi” yang cukup tajam.
Berikut ini prediksi harga Bitcoin tahun 2026 menurut beberapa lembaga ternama yang paling moderat:
- Standard Chartered mempertahankan perkiraan bullish atas prospek harga Bitcoin, tetapi merevisi targetnya untuk tahun 2026 dari USD300.000 menjadi USD150.000.
- JP Morgan menaruh prediksi harga Bitcoin tahun 2026 dapat mencapai USD170.000 jika aset kripto paling senior ini mampu memikat investor terus menerus seperti halnya logam mulia emas.
- Perangkat prediksi dari Binance menghasilkan perkiraan harga Bitcoin sekitar USD100.000 untuk tahun 2026. Pengolahan data berdasarkan input pengguna platform, data on-chain, sentimen pasar, dan lain-lain.
Selain ketiga lembaga tersebut, prediksi harga Bitcoin lainnya cenderung sangat tinggi atau justru jauh lebih rendah. Perkiraan paling optimistis dari Fundstrat mencapai lebih dari USD400.000, padahal hasil analisis dengan Elliott Wave mengisyaratkan adanya risiko jatuh sampai kurang dari USD100.000. Konsensus median perkiraan harga Bitcoin tahun 2026 antara USD120.000-170.000.
Faktor penyokong harga Bitcoin tahun 2026 sama dengan tahun ini, yakni permintaan ETF Bitcoin dan adopsi kripto dalam sistem pembayaran. Di sisi lain, BTC masih terus dibayangi oleh ancaman regulasi berbagai negara, peristiwa geopolitik, dan perubahan kondisi ekonomi makro global.
Para analis juga mencermati dinamika permintaan dan penawaran Bitcoin. Patut diperhatikan, ketersediaan aset kripto ini terbatas. Sejalan dengan meningkatnya permintaan atas Bitcoin, keterbatasan supply akan mendorong harga naik makin tinggi.
Banyak lembaga keuangan dunia melancarkan aksi jual pada akhir tahun ini, sehingga mengakibatkan kejatuhan harga Bitcoin. Namun, mereka kemungkinan akan kembali memborong BTC seiring dengan menurunnya tingkat suku bunga beragam bank sentral dunia pada tahun depan.
Tagged With : analisa fundamental • bitcoin • Cryptocurrency