Pada post sebelumnya dibahas dua praktik baik pengelolaan data perusahaan, jika anda ingin mengembangkan perusahaan dengan kebijakan-kebijakan yang berbasis data. Hal terpenting pertama yang harus dilaksanakan adalah menetapkan tujuan dan strategi untuk mencapainya. Kemudian, mulailah dengan hal-hal kecil, namun sebuah ide besar sudah harus ada dalam perencanaan anda. Anda membayangkan seperti apa kondisi perusahaan dalam satu atau dua tahun ke depan, atau bahkan dalam 5 atau 10 tahun ke depan, dengan sistem data yang sedang dibangun saat ini.
Pengelolaan Data Perusahaan Lebih Profesional dengan Strategi Berikut
Tentukan Alat Ukur Yang Sesuai
Anda memerlukan alat ukur yang sesuai dnegan target yang telah ditetapkan. Jangan mengukur semuanya! Anda dipastikan akan kehilangan arah dan fokus perhatian jika mengukur semua hal. Jadi, tentukan alat ukur yang tepat dan fokus pada indikator-indikator untuk mencapainya. Indikator atau alat ukur ini adalah kunci untuk mengevaluasi progress yang sudah anda capai. Kita hidup di era, di mana pengambilan keputusan berbasis data dapat menjadikan operasi bisnis anda lebih efektif.

Saat ini, kita tidak bisa menjalankan sistem manajemen data dengan baik tanpa mengidentifikasi alat ukurnya terlebih dahulu. Faktanya, anda bisa menentukan alat ukur untuk semua hal yang terkait dengan data anda dan menelusuri tools yang tersedia di perusahaan. Namun, apakah semuanya mesti dilakukan?
Jadi, praktik baik pengelolaan data perusahaan yang bisa anda adopsi adalah mengidentifikasi alat ukur yang paling penting terlebih dahulu. Dengan cara ini, anda bisa lebih fokus untuk mengoptimalkan kinerja data. Badan usaha yang menerapkan praktik baik pengelolaan data seringkali harus bekerja keras saat mengembangkan indikator kinerjanya. Penentuan indikator yang tepat dimulai dengan pemahaman tentang apa tujuan anda, dan apa rencana untuk mencapainya.
Memilih indikator kinerja kunci adalah suatu proses interaktif yang membutuhkan feedback dari bagian dan spesialis yang berbeda-beda, misalnya, analist, dan anda sebagai manajer. Dengan demikian, anda bisa memahami proses manajemen data mana yang perlu diukur.
Membangun Komunikasi Yang Efektif
Komunikasi yang efektif adalah suatu keharusan dalam bisnis; demikian juga ketika anda ingin membangun sistem pengelolaan data perusahaan yang professional. Jangan membuat pengelolaan data penuh dengan birokrasi, dan jangan pernah memandang komunikasi sebagai bagian yang terpisah dari pekerjaan anda yang sesungguhnya. Agar pengelolaan data berjalan efektif, maka komunikasi adalah sebuah keharusan.
Pengelolaan data perusahaan membutuhkan keahlian komunikasi yang kuat dan kemampuan mengatasi isu SDM yang berbeda-beda. Itulah sebabnya komunikasi menjadi syarat pertama kesuksesan para manajer data. Lalu, bagaimana cara membangun komunikasi yang efektif untuk pengelolaan data di perusahaan? Beberapa poin praktik baik berikut dapat menjadi pertimbangan anda:
- Perkenalkan program manajemen data anda sedini mungkin (bahkan sebelum diluncurkan, jika memungkinkan) melalui saluran komunikasi paling efektif yang anda miliki, seperti email karyawan, rapat, halls, media sosial, dan sebagainya;
- Jelaskan manfaat yang diharapkan dari manajemen data tersebut kepada seluruh pihak yang terlibat. Jika semua pihak memahami manfaatnya, maka hambatan-hambatan untuk partisipasi akan lebih mudah diatasi;
- Susun tugas dan tanggung jawab tim manajemen data. Dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas, tim data bisa memfokuskan sumber daya yang anda untuk mencapai target kinerja masing-masing.
- Gunakan pesan-pesan tanpa-jargon untuk memastikan perhatian dan pemahaman karyawan tetap fokus. Ada kalanya, jargon yang berlebihan bisa mengalihkan perhatian, sehingga esensi yang sesungguhnya dari pekerjaan cenderung terabaikan.
- Gunakan berbagai saluran komunikasi yang ada, seperti intranet, email, platform sosial internal perusahaan, chats, dan sebagainya;
- Lakukan komunikasi secara teratur. Susun jadwal kegiatan komunikasi dan saluran yang akan digunakan.
Semakin anda memahami dan menerapkan komunikasi dalam manajemen data, maka semakin besar peluang bagi anda untuk sukses. Sejauh ini, empat praktik baik telah dibahas dalam manajemen data, yakni penetapan tujuan dan rencana pencapaian, memulai dari hal kecil, penetapan indikator kinerja, dan membangun komunikasi yang efektif. Pada bagian berikutnya akan dibahas beberapa praktik baik daam penatalayanan data.
Pengelolaan Data Perusahaan: Praktik Baik Penatalayanan Data
Data merupakan salah satu asset paling berharga yang dimiliki perusahaan, jadi mesti dikelola secara aktif. Penatalayanan data mencakup manajemen, pengumpulan, penggunaan, dan penyimpanan data. Tujuannya adalah menyediakan data berkualitas tinggi yang mudah diakses. Penatalayanan data (data stewardship) melibatkan sejumlah kegiatan, seperti membangun dan mengelola metadata pokok, mengatasi isu seputar kualitas data, mendokumentasikan standard, panduan, dan aturan seputar data, serta melaksanakan kegiatan-kegiatan operasional dalam pengelolaan data perusahaan.
Penatalayanan data difokuskan untuk memastikan bahwa data diperlakukan sebagai suatu sumber daya milik perusahaan. Ada sejumlah praktik baik dalam penatalayanan data perusahaan yang bisa membantu anda memaksimalkan manfaat penata layanan data. Dapatkan pembahasannya secara lebih rinci pada post selanjutnya.
Tagged With : manajemen bisnis • manajemen data