Perbedaan Shared Hosting vs Managed Hosting

Begitu banyaknya layanan hosting yang tersedia saat ini memang kerap membingungkan terutama bagi Anda yang berniat mengembangkan website baik untuk keperluan blog, profil perusahaan, online shop, dan sebagainya. Di antara berbagai pilihan tersebut layanan hosting yang cukup banyak diminati adalah shared hosting dan VPS hosting. Untuk VPS hosting terdiri dari dua tipe layanan yaitu unmanaged dan managed hosting. Nah, berikut ini beberapa point perbedaannya sebagai referensi Anda.

Mengenal Tentang Shared Hosting

Perbedaan Shared Hosting vs Managed Hosting

Bagi Anda yang awam layanan shared hosting dapat diibaratkan sebagaimana rumah kontrakan yang berada dalam satu rumah. Setiap penghuni menempati kamar masing-masing, dan tentu saja dengan privasi yang tak terlalu bebas.Anda juga bisa terganggu, misalnya saat tetangga sebelah terlalu keras menyalakan music.

Untuk membiayai operasional rumah, salah satunya biaya listrik, Anda dan seluruh penghuni kontrakan tentu harus patungan.Sayangnya tidak ada perhitungan yang tepat berapa sebenarnya tariff listrik yang harus dibayar tiap-tiap penghuni sesuai penggunaan pribadinya. Jadi seandainya ada seorang penghuni kontrakan yang membawa kulkas dengan pemakaian daya listrik besar, yang lain harus turut menanggung biaya listrik walaupun tidak ikut menggunakan.

Anda cocok memilih shared hosting bila baru merintis profesi sebagai blogger, atau baru mempunyai website. Selain itu tingkat traffic pada website Anda juga belum terlalu tinggi, dan akun email masih terhitung puluhan. Keunggulan layanan shared hosting adalah pada biaya berlangganannya setiap bulan yang cukup terjangkau. Shared hosting juga cukup mudah digunakan tanpa perlu kompetensi khusus seperti misalnya kemampuan menangangi server. Semua pengelolaan server adalah tanggung jawab penuh penyedia layanan atau provider hosting.

Meski memang terlihat cukup praktis tetapi ada beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu, space penyimpanannya terbatas, sumber daya seperti RAM dan CPU digunakan berbarengan dengan klien yang lain. Performa website Anda bisa dipengaruhi oleh aktivitas akun pelanggan lainnya. Ini misalnya bila ada pelanggan lain yang memakai sumber daya provider dengan berlebihan, website Anda bisa menurun performanya, menjadi tersendat atau butuh waktu loading yang lebih lama.

Baca Juga:   10 Peluang Bisnis Mahasiswa Paling Menguntungkan dengan Modal 2 Juta

Mengenal Tentang VPS Hosting

Masih dengan perumpamaan hunian, VPS hosting dapat diumpamakan dengan menyewa apartemen. Ruangannya memang lebih kecil dibandingkan kontrakan tetapi di sini Anda tinggal sendirian dan bebas melakukan apa pun yang dikehendaki. Resikonya adalah Anda tak bisa patungan dengan orang lain untuk masalah operasional. Semua biaya langganan yang dikenakan adalah sesuai besaran pemakaian sumber daya Anda sendiri.

Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk menggunakan VPS hosting bila berniat meningkatkan layanan karena kebutuhan sumber daya yang semakin meningkat. Ini karena shared hosting dianggap sudah tak lagi memadai karena memerlukan space yang semakin besar. Selain ingin upgrade layanan, inilah beberapa poin yang menunjukkan alasan harus menggunakan VPS.

  • Tingkat kunjungan website meningkat secara signifikan dan dengan shared hosting berpotensi membuat pelanggan lain tidak nyaman.
  • VPS hosting menjamin keamanan Anda lebih baik. Pelanggan lain tidak akan dapat melihat data Anda walaupun terjadi kesalahan setting permission file.
  • VPS hosting cocok bagi Anda yang mengembangkan beberapa website atau blog pada saat yang bersamaan.
  • Layanan hosting ini sangat pas bagi Anda yang memerlukan kustomisasi yang mustahil dilakukan dengan shared hosting. Ini misalnya akses pada VPN, java server, serta instalasi phyton.

Untuk membuat Anda lebih yakin inilah beberapa keunggulan dari layanan VPS:

  • VPS dapat digunakan dengan lebih fleksibel. Artinya Anda dimungkinkan untuk melakukan kustomisasi sesuai kebutuhan, dan ini termasuk instalasi aplikasi-aplikasi server khusus, misalnya streaming server.
  • Layanan VPS hosting menyediakan space yang besar.
  • Anda diperbolehkan melakukan berbagai macam pengelolaan karena mempunyai akses root.
  • VPS menyediakan garansi sumber daya, yaitu space, RAM, dan CPU.
  • Tersedia layanan managed atau unmanaged. Untuk layanan managed Anda bisa menyerahkan penanganan hosting kepada provider mulai dari instalasi, konfigurasi, hingga pemeliharaan. Sementara layanan unmanaged cocok bagi Anda yang ingin melakukan pengelolaan hosting secara mandiri.
Baca Juga:   Inkubasi Bisnis: Pengertian, Tujuan, Sasaran Hingga Manfaatnya

Perbedaan Shared Hosting dan VPS Hosting

Pada VPS terdapat beberapa tipe virtualisasi, misalnya XEN, KVM, dan Open VZ. Antara VPS dan shared hosting sejatinya mempunyai sebuah server fisik yang sama, sementara perbedaannya adalah pada VPS diberlakukan system operasi virtualisasi yang memperbolehkan setiap akun VPS untuk menginstal system operasi yang tidak sama, ini termasuk penggunaan disk, RAM, serta CPU yang juga berbeda. Pada layanan shared hosting, pelanggan dengan berbagai macam akun menggunakan sebuah sumberdaya untuk bersama-sama.

Pada layanan VPS unmanaged pelanggan harus menangani VPS yang disewanya sendiri. Ini termasuk instalasi aplikasi seperti database, control panel server, dan lain-lain. Selain itu pelanggan juga harus memperbaiki sendiri bila terjadi kerusakan pada software.Yang tidak kalah penting adalah pelanggan harus cermat memperhatikan batas pemakaian sumber daya.

Mengenal Managed Hosting pada VPS

Pada layanan managed hosting seolah-olah provider menyediakan divisi IT secara khusus yang bertugas untuk menjalankan website. Manfaatnya adalah dapat meminimalkan pekerjaan dalam bidang tersebut yang memastikan agar server bisa beroperasi tanpa kendala. Dengan begitu Anda bisa berkonsentrasi dalam menangani software hosting Anda, sementara penyedia layanan hosting yang akan menangani hardware-nya.

Klien yang sebaiknya memilih layanan managed hosting adalah mereka yang belum dapat merekrut tenaga IT professional, bukan ahli dalam bidang IT, serta tak mempunyai cukup waktu luang untuk mengurus sendiri website miliknya. Managed hosting dari VPS juga seringkali disebut sebagai dedicated hosting.

Setiap perusahaan jasa hosting memiliki kebijakan yang beragam dalam menawarkan layanan proaktif tersebut. Ada perusahaan yang menyediakan layanan add-on, paket khusus yang mengotomatisasikan system tim administrasi pada waktu-waktu yang diinginkan, dan lain-lain.

Baca Juga:   Lakukan Deretan Tips Agar Bisnis Sukses, Apa Aja?

Tipe Managed Hosting

Layanan managed hosting terdiri dari dua tipe, yaitu semi managed hosting dan fully managed hosting. Berikut penjelasannya.

  1. Semi managed hosting – Bila Anda ingin mengelola server Anda sendiri namun membutuhkan dukungan infrastruktur dari perusahaan hosting, inilah tipe managed hosting yang cocok untuk Anda.
  2. Fully managed hosting – Paket managed hosting yang satu ini direkomendasikan bagi Anda yang hampir tidak mengetahui apa pun terkait hal-hal teknis IT. Layanan ini juga cocok bagi pemilik website bisnis yang lebih suka mendedikasikan waktunya untuk berkonsentrasi mengembangkan bisnisnya dibandingkan membuang-buang waktu mempelajari hal-hal rumit tentang internet hosting.

Yang perlu Anda waspadai pada saat memburu layanan managed hosting adalah berhati-hati saat ada provider hosting yang memberi tawaraan managed shared hosting. Pada prinsipnya layanan tersebut sama dengan shared hosting karena memang telah dikelola oleh perusahaan. Bisa jadi ini hanyalah trik marketing untuk menjual layanan tersebut.

Selain itu bagi klien yang kurang memahami hal ini, mereka bisa dibebankan tariff ekstra untuk mendapatkan layanan cPanel yang ternyata sama. Perlu diketahui pula bahwa paket shared hosting juga menyediakan customer support selama 24 jam sehingga ini bukanlah fasilitas khusus yang mengharuskan Anda untuk membayar lebih mahal.

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar