Perang yang dilakukan oleh tentara bayaran Rusia gagal. Hal tersebut membuat Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Senin (26/6/2023).
Mengutip Reuters, Selasa (27/6) Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 12,72 poin menjadi 33.714,71, S&P 500 (.SPX) kehilangan 19,51 poin, menjadi 4.328,82, dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 156,74 poin menjadi 13.335,78.
Lebih lanjut, pemberontakan oleh tentara bayaran Rusia menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Presiden Vladimir Putin. Sementara Putin pada Senin mengucapkan terima kasih kepada tentara bayaran dan komandan yang mundur untuk menghindari pertumpahan darah.
Saham pertumbuhan termasuk di antara bobot terbesar pada indeks utama, dengan Meta Platforms Inc (META.O) , Alphabet Inc (GOOGL.O) dan Tesla Inc (TSLA.O) semuanya turun tajam.
Kepala Investasi BMO, Carol Schleif mengungkapkan Wall Street baru saja mengalami peningkatan secara tajam pada pekan lalu dengan Nasdaq yang mengalami kebaikan beruntun selama delapan minggu. Namun, di minggu ini Nasdaq menghentikan kenaikan tersebut setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga ke depan.
“Rasanya belum semuanya jelas. Tidak ada yang tahu seperti apa struktur kekuatan tertinggi di Rusia nantinya,” kata Schleif.Perbesar
“Pedagang mengalami kesulitan hari ini untuk mencari tahu apakah mereka ingin menjadi ofensif atau defensif sehingga mereka memiliki kaki di kedua kubu. Mereka tidak tahu ke arah mana pasar akan berayun,” imbuhnya.
Tak hanya itu, ketidakpastian pasar saham global juga ditambah dengan musim pelaporan keuangan yang dilakukan pada minggu terakhir. Hal ini mendorong aksi ambil untung dalam saham-saham pertumbuhan yang telah meningkat tajam sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, sejumlah data ekonomi termasuk pengukur inflasi utama, barang tahan lama dan indeks sentimen konsumen University of Michigan diharapkan minggu ini, serta pidato dari Powell yang dapat menyoroti rencana kenaikan suku bunga Fed.
Sebagian besar pembuat kebijakan melihat setidaknya dua kenaikan suku bunga sebanyak 25 basis poin (bps) pada akhir tahun, meskipun para pedagang bertaruh hanya pada satu kenaikan di bulan Juli.
LANJUTKAN KENAIKAN
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan kenaikan pada perdagangan Selasa (27/6). Pada perdagangan Senin (20/6), IHSG Ditutup menguat 0,38 persen di level 6.664,66.
Analisis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengungkapkan IHSG diperkirakan rebound dan menguji di 6.680 di hari terakhir perdagangan pekan ini, Selasa (27/6). Reboun Senin mendorong terbentuknya penyempitan negatif slope di oversold area pada stochastic RSI.
Meski begitu, Alrich mengatakan ada beberapa faktor yang menahan pergerakn IHSG, salah satunya adanya antisipasi terhadap pidato European Centr Bank (ECB) president, Christine Lagarde dan kepala The Fed Jerome Powell.
“Dari Regional, pelaku pasar juga mengantisipasi rilis China NBS Manufacturing PMI. Aktivitas menufaktur di Tiongkok diperkirakan masih tertaham pada kondisi kontraksi di Juni 2023,” kata Alrich dalam presdiksinya.
Dengan kondisi ini, Alrich menyarankan agar tidak terlalu agresif melakukan akumulasi beli pada perdagangan hari ini.
Senada dengan Alrich, CEO Yugen Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan indeks saham akan bergerak menguat 0,38 persen di level 6.664.6.68 pada akbir perdagangan 26 Juni 2023.
“IHSG telah menembus ke bawah support fraktal 6.626 dan gagal ditutup di atas garis SMA-20 sehingga dapat melemah menuju Fibonacci retracement 85,4 persen dari wave i sebagai target berikutnya dari wave ii di level 6.589.
Level support IHSG berada di 6589, 6542 dan 6509, sementara level resistennya di 6717, 6767, 6815 dan 6884. Berdasarkan indikator MACD dalam kondisi netral.
Ivan metekomendasikan saham adalah ADRO, ANTM, dan BBCA.