Penurunan Saham Teknologi Memicu Wall Street Melemah

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Rabu (8/9) waktu Amerika Serikat, Wall Street ditutup melemah. Merosotnya saham-saham teknologi memicu Laju tiga indeks utama Wall Street turun.

Dow Jones Industrial Average turun 0,2 persen menjadi 35.031,07 poin, sedangkan S&P 500 kehilangan 0,13 persen menjadi 4.514,07, dan Nasdaq Composite turun 0,57 persen menjadi 15.286,64.

Melansir Reuters, Kamis (9/9), saham Apple dan Facebook turun sekitar 1 persen setelah membantu mendorong Nasdaq ke rekor tertinggi di sesi sebelumnya. Penurunan dua raksasa Silicon Valley itu berkontribusi lebih dari perusahaan lain terhadap penurunan S&P 500 untuk sesi ini.

Enam dari 11 indeks sektor S&P 500 turun, dengan material dan energi mengalami penurunan terdalam, masing-masing turun lebih dari 1 persen.

Pertukaran Cryptocurrency Coinbase Global Inc turun 3,2 persen setelah regulator sekuritas AS mengancam akan menuntut perusahaan jika melanjutkan rencana untuk meluncurkan skema pinjaman crypto.

Raksasa pembayaran AS PayPal Holdings Inc turun 2,7 persen setelah mengatakan akan mengakuisisi pembelian Jepang sekarang dan sebagian besar membayar perusahaan Payy dalam kesepakatan tunai USD 2,7 miliar.

Meski dipicu turunnya saham teknologi, tekanan pada Wall Street juga terjadi di tengah kekhawatiran bahwa varian virus corona Delta dapat menumpulkan pemulihan ekonomi dan ketidakpastian tentang kapan Bank Sentral AS Federal Reserve dapat menarik kembali kebijakan akomodatifnya.

Investor menjadi lebih berhati-hati menyusul data penggajian Agustus yang lemah pada Jumat lalu. Mereka khawatir The Fed bergerak lebih cepat dari yang diharapkan mengurangi kebijakan moneter besar-besaran yang diberlakukan tahun lalu untuk melindungi ekonomi dari virus corona. pandemi.

Kepala Strategi investasi di CFRA, Sam Stovall, mengibaratkan investor serupa menarik kelopak bunga dari bunga aster, dengan mengatakan ‘Ekonomi akan tumbuh, ekonomi tidak akan tumbuh’ dalam situasi ini.

Baca Juga:   Wall Street Ditutup Menguat, Imbas Kebijakan Moneter yang Longgar

“Mereka tidak dapat mengambil keputusan. Jadi mereka tidak memiliki komitmen untuk posisi jangka panjang,” ujarnya.

ALAMI TEKANAN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami tekanan pada perdagangan hari ini, Kamis (9/9). Penyebabnya karena pertumbuhan sektor riil dalam negeri melambat di tengah tingginya harga sejumlah komoditas, seperti batu bara.

Direktur Utama Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menuturkan hingga saat ini masih terlihat betah berada dalam fase konsolidasi.

Potensi tekanan masih terlihat akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang, sedangkan fluktuasi harga komoditas serta nilai tukar Rupiah belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG.

“Namun momentum dari pergerakan yang fluktuatif di dalam pergerakan IHSG dapat dimanfaatkan bagi investor jangka pendek, menengah maupun panjang,” katanya dalam analisisnya, Kamis (9/9).

William memprediksi laju IHSG berada di 5.969-6.202. Adapun rekomendasi saham layak dicermati mulai dari ITMG, BBNI, ASII, INDF, WIKA, MYOR, dan ASRI.

Kepala Riset Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal, IHSG tertekan cukup dalam hingga break out support MA200 di kisaran level 6.053. Pergerakan selanjutnya akan diiringi dengan momentum bearish indikator Stochastic dan RSI dengan pengujian level psikologis 6000.

“Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi kembali tertekan dengan support resistance 5.966-6.045. Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal di antaranya: BRPT, SILO, AKRA, TOWR, BBRI, TLKM,” ujar dia.

 

 

Leave a Comment