Penjualan Ritel AS Januari Melesat, Wall Street Menguat 

Pada perdagangan Rabu (15/2/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup lebih tinggi. Hal ini seiring dengan imbal hasil Treasury AS setelah data penjualan ritel AS untuk Januari naik paling tinggi dalam hampir dua tahun.

Mengutip Reuters, Kamis (16/2), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 38,78 poin atau 0,11 persen menjadi 34.128,05, S&P 500 (.SPX) naik 11,47 poin atau 0,28 persen menjadi 4.147,6 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 110,45 poin atau 0,92 persen menjadi 12.070,59.

Kondisi ini juga menunjukkan ekonomi yang tangguh sembari memicu kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut. Adapun setelah dua penurunan bulanan berturut-turut, Departemen Perdagangan mengatakan penjualan ritel melonjak 3,0 persen bulan lalu. Angka tersebut merupakan kenaikan terbesar sejak Maret 2021, setelah turun 1,1 persen yang tidak direvisi pada Desember.

Direktur Pelaksana Granite Wealth Management, Bruce Zaro, menjelaskan data pada Selasa yang menunjukkan kenaikan inflasi bulanan di bulan Januari merupakan bukti peningkatan belanja konsumen. Berdasarkan data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja, inflasi AS 6,4 persen secara tahunan (yoy) pada indeks harga konsumen (IHK) di Januari 2023.

Sementara secara bulanan inflasi di Januari 2023 naik 0,5 persen. Angka ini di atas konsensus pasar yakni 0,4 persen (secara bulanan) dan 6,2 persen (yoy). Hal ini turut menimbulkan kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan kenaikan suku bunga lebih lama dari yang diharapkan beberapa investor.

“Ini semua tentang The Fed. Karena angka-angka seperti penjualan ritel keluar cukup kuat, ini lebih banyak makanan bagi The Fed untuk terus menaikkan suku bunga, mungkin dengan kecepatan yang lebih rendah, tetapi, paling tidak, untuk mempertahankannya lebih tinggi lebih lama,” kata Zaro.

Lebih lanjut, beberapa investor ragu keuntungan dapat berlanjut. Kepala Investasi Rockefeller Global Family Office, Jimmy Chang, mengaku kesulitan untuk membenarkan kenaikan lebih lanjut.

“Kami melihat estimasi pendapatan masih turun dan saya juga tidak berpikir kita keluar dari kesulitan dengan risiko resesi. Saya pikir banyak kekuatan bersifat sementara,” pungkas Chang.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat meski perlu diwaspadai pada perdagangan Kamis (16/2). Pada perdagangan kemarin, IHSG melemah 0,39 persen ke level 6914,538.

Analis Phintraco Sekuritas , Alrich Paskalis Tambolang, menyebut salah satu sentimen yang membayangi pergerakan IHSG di Kamis (16/2) adalah spekulasi bahwa Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Hal ini didasari ekspektasi pasar Federal Reserve (Fed) masih akan menaikan suku bunga acuan sebanyak 3 kali di 2023. Ekspektasi ini menguat, kata Alrich, setelah realisasi inflasi di AS di Januari 2023 lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Oleh sebab itu, pasar perlu mewaspadai potensi fluktuasi lanjutan pada rate-sensitive stocks, terutama bank, property & real estate, dan otomotif, terutama sesi I,” katanya dalam keterangan resmi.

Saham yang disarankan Alrich adalah AGRO, BBKP, HRUM, INDF, UNVR, dan TOWR dengan peluang speculative buy.

Sementara, Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, mengatakanIHSG telah menyelesaikan struktur wave naik ABC seperti terlihat pada chart intraday dan saat ini mulai membentuk wave c dengan target terdekat yaitu untuk menguji support 6.807 apabila IHSG turun di bawah 6.858.

Ia juga memperkirakan level support IHSG berada di 6.858, 6.807 dan 6.760. Sementara level resisten di 6.968, 7.000 dan 7.064.

Berikut adalah rekomendasi saham menurut Bina Artha Sekuritas:

ANTM: Buy On Weakness

ANTM ditutup melemah di level 2.200 pada 15 Februari 2023. ANTM berpeluang melanjutkan struktur koreksi wave dalam skenario utama menuju 2.110 karena chart harian bergerak di bawah garis SMA 20. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish.

Hold or Buy on Weakness: 2.100-2.150

Target Price: 2.320

ARTO: Speculative Buy

ARTO ditutup melemah di level 2870 pada 15 Februari 2023. ARTO sedang membentuk wave (v) dari [v] dari C dan diperkirakan akan menguji support di level 2.570 ARTO berpeluang untuk rebound apabila harga tetap di atas 2.570. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish.

Speculative Buy: 2.570-2.650

Target Price: 3.040

TKIM: Buy on Weakness

TKIM ditutup melemah di level 7.200 pada 15 Februari 2023. TKIM sedang membentuk wave ii menurut skenario bullish dan masih berpeluang melanjutkan struktur koreksi menuju level 7000 selama harga masih di bawah 7.500 Berdasarkan indikator MACD dalam kondisi netral.

Hold or Buy on Weakness: 7.000-7.100

Target Price: 7.600

TLKM: Accumulative Buy

TLKM ditutup melemah di level 3.790 pada 15 Februari 2023. TLKM bergerak di bawah garis SMA 20 dan berpeluang melemah menuju support berikutnya menurut analisis Fibonacci retracement di level 3.630. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish.

Hold or Accumulative Buy: 3.600-3.650

Target Price: 3.900

TOWR: Buy on Weakness

TOWR ditutup menguat di level 1.085 pada 15 Februari 2023. TOWR akan menguji support di 1.030 yang dibentuk oleh Fibonacci retracement 61,8 dari wave [a] dan semestinya akan mempertahankan peluang rebound selama harga tetap di atas 1.030. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish.

Hold or Buy on Weakness: 1.030-1.060

Target Price: 1.130

 

Leave a Comment