Pengangguran Turun dan Ekonomi AS Bangkit, Wall Street Melesat

XM broker promo bonus

Pada penutupan perdagangan Bursa Amerika Serikat, Kamis (13/8) waktu setempat, dua dari tiga indeks utama Wall Street melesat jauh. Rekor tertinggi ini didorong pulihnya ekonomi AS dari wabah corona, terlihat dari turunnya jumlah pengangguran.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 14,88 poin atau 0,04 persen menjadi 35.499,85, S&P 500 (.SPX) naik 13,13 poin atau 0,30 persen menjadi 4.460,83, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 51,13 poin, atau 0,35 persen menjadi 14.816,26.

Laju Dow Jones dan S&P 500 melonjak ke rekor penutupan untuk hari ketiga berturut-turut pada Kamis, dengan saham teknologi berkapitalisasi jumbo mendorong pasar lebih tinggi, karena investor menyambut data pekerjaan yang menunjukkan pemulihan ekonomi AS stabil.

Saham Apple Inc (AAPL.O), Microsoft Corp (MSFT.O), Amazon.com (AMZN.O), induk Google Alphabet Inc (GOOGL.O) dan Facebook Inc (FB.O), yang merupakan seperempat dari kapitalisasi pasar S&P 500, justru memimpin saham di S&P dan Nasdaq yang sarat teknologi.

Tesla Inc (TSLA.O), Nvidia Corp (NVDA.O) dan Moderna Inc (MRNA.O) juga reli pada hari di mana lebih banyak saham turun daripada naik.

“Hari ini S&P 500 mencapai level tertinggi sepanjang masa, dan berada pada level tertinggi sepanjang masa untuk alasan yang baik,” kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis, dikutip dari Reuters, Jumat (13/8).

Apple menambahkan paling banyak ke S&P, naik 2,1 persen, diikuti oleh Microsoft dengan kenaikan 1,0 persen dan Tesla menambahkan 2,0 persen. Saham pertumbuhan (.RLG) naik 0,5 persen, melampaui kenaikan 0,06 persen dalam nilai saham dan terjadi pembalikan tren baru-baru ini.

Perawatan kesehatan (.SPXHC) dan teknologi (.SPLRCT) adalah sektor S&P 500 dengan kinerja terbaik. Sebaliknya, sektor energi (.SPNY) paling membebani pasar.

Baca Juga:   Pentingnya Perencanaan Dalam Trading Forex Dan Saham

“Latar belakang fundamental mendukung harga ekuitas yang lebih tinggi. Penghasilan cenderung lebih tinggi, suku bunga rendah dan inflasi tetap moderat,” tambah Sandven.

Jumlah Orang Nganggur di AS Turun

Masih berdasarkan laporan Reuters, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun lagi pekan lalu karena pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19 berlanjut.

Data pada Kamis menunjukkan harga produsen AS mencatat kenaikan tahunan terbesar mereka dalam lebih dari satu dekade bulan lalu, meningkatkan kekhawatiran inflasi, setelah pembacaan indeks harga konsumen AS pada Rabu yang menunjukkan kecepatan tampaknya melambat.

Menurut Direktur Pelaksana Strategi Investasi E*TRADE Financial, Mike Lowengart, data tersebut mencerminkan tantangan rantai pasokan terkenal yang tidak akan mengubah kebijakan Bank Sentral AS, The Fed.

“Semua orang mengharapkan potensi tapering dimulai pada September. Tetapi sebagian besar, itu tidak akan mengubah lingkungan kondusif yang kita jalani saat ini, untuk keuntungan tambahan di pasar ekuitas,” ujarnya.

Volume perdagangan telah merosot karena musim pendapatan kuartal kedua yang luar biasa sudah berakhir. Pelaku pasar saat ini menunggu pertemuan tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pada akhir bulan terkait rencana memperketat kebijakan suku bunga AS.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa menguat hari ini. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/8) kemarin, IHSG ditutup naik 51,24 poin (0,84 persen) ke posisi 6.139,65.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memprediksi IHSG bergerak ke level 6.107 hingga 6.170.

“Secara teknikal IHSG rebound tepat di level support bullish trendline dan Moving Average 20 hari memberikan indikasi yang cukup positif pada arah pergerakan selanjutnya. Indikator stochastic dan RSI masih bergerak pada momentum bearish mengiringi pergerakan terkonsolidasi indikator MACD,” ujar Lanjar dalam risetnya, Jumat (13/8).

Baca Juga:   Wall Street Cetak Rekor Lagi, Setelah Data Ekonomi Positif

Sementara CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG bisa menguat ke rentang level 6.001 hingga 6.202. Peluang kenaikan jangka pendek IHSG, kata dia, ditopang oleh masih tercatatnya capital inflow secara year to date (ytd) yang menunjukkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

“Perkembangan pergerakan IHSG terlihat masih belum keluar dari rentang konsolidasi wajarnya, namun peluang kenaikan jangka pendek masih terlihat selama support level terdekat dapat dipertahankan di tengah tekanan yang berlangsung,” tuturnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:

– PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

– PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

– PT Indofood (INDF)

– PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

– PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

– PT Astra International Tbk (ASII)

– PT. Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

– PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Leave a Comment