Indeks Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat pada perdagangan Jumat (6/10). Hal itu ditopang oleh saham-saham teknologi yang naik tajam karena investor menilai laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan perekrutan tenaga kerja di AS meningkat secara luas pada bulan September dengan melambatnya pertumbuhan upah.
Mengutip Reuters, Senin (9/10) Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 288,01 poin menjadi 33.407,58, S&P 500. Kemudian (.SPX) bertambah 50,31 poin menjadi 4.308,5, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 211,51 poin menjadi 13.431,34.
“S&P 500 dan Nasdaq mencatat persentase kenaikan harian terbesar sejak akhir Agustus,” tulis laporan tersebut.
Wall Street sempat melemah pada awal perdagangan usai data ketenagakerjaan AS dirilis. Namun, kembali menguat pada detik-detik penutupan.
“Perekonomian sedang melambat, namun tidak goyah, dan Bank Sentral AS (Federal Reserve) juga harus menunggu,” kata Manajer Portofolio Dakota Wealth, Robert Pavlik.
Dia mengatakan S&P 500 tampak menguat setelah mendekati rata-rata pergerakan 200 hari, saat ini berada di kisaran 4.208.
Lebih lanjut, pengamat pasar telah mempertimbangkan apakah The Fed akan menaikkan suku bunga setelah lonjakan imbal hasil Treasury AS jangka panjang baru-baru ini. Adapun, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun mencapai level tertinggi dalam 16-tahun pada hari Jumat.
Secara kumulatif, pada pekan kemarin S&P 500 naik 0,5 persen, Dow turun 0,3 persen dan Nasdaq naik 1,6 persen. Sementara pada pekan ini, pergerakan Wall Street akan dibayangi dengan kekhawatiran investor dalam menunggu rilis inflasi AS.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Senin (9/10). Pada Jumat (6/10), IHSG ditutup menguat 0,20 persen atau 13,69 poin ke level 6.888,52.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, menganalisa awal pekan pergerakan IHSG masih diwarnai pasca rilis beberapa data perekonomian yang menunjukkan cukup stabilnya kondisi perekonomian Indonesia.
Hal itu membuat IHSG masih berpeluang untuk mengalami kenaikan usai berada dalam tekanan pada beberapa waktu sebelumnya.
“Namun adanya sentimen negatif dari fluktuasi nilai tukar rupiah tetap perlu diwaspadai, hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” kata William dalam analisisnya, Senin (8/10).
William memprediksi IHSG hari ini akan berada dalam rentang 8.789-6.978. Saham yang dia rekomendasikan meliputi UNVR, ASII, ITMG, TLKM, AKRA, LSIP, SMRA, dan TBIG.
Sementara, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memproyeksi IHSG hari ini berpeluang melanjutkan penguatannya. Dalam analisanya, pergerakan IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (ii). Sehingga pergerakan IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji rentang area 6.747-6.820 sekaligus menguji MA200.
“Namun, apabila IHSG masih berada di atas 6.840 sebagai support terdekatnya, maka IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji 6.930-6.950,” kata dia.
Beberapa saham yang Herditya rekomendasikan adalah BBCA untuk speculative buy. Kemudian saham BRPT untuk melakukan buy on weakness. Saham lainnya yang dia rekomendasikan untuk melakukan buy on weakness adalah ESSA dan KBLF. (*)