Operasi Boeing Selama Pandemi Dibuka Kembali Secara Terbatas

Pada hari Jumat (10 April 2020) kemarin diberitakan oleh portal berita online Heraldnet bahwa sebanyak 2.500 karyawan Boeing akan kembali bekerja di pabrik Everett dan beberapa tempat lagi. Namun, mengingat Covid-19 yang masih menyebar di Amerika Serikat, pihak perusahaan berjanji akan memperlengkapi karyawannya selama bekerja. Memang, operasi Boeing selama pandemi nyaris terhenti, sehingga ribuan karyawannya harus dirumahkan. Lokasi pertama yang akan memulai kembali operasinya adalah pabrik di Washington, termasuk pabrik perakitan di Everett.

Fokus Operasi Boeing Selama Pandemi

Menurut perwakilan perusahaan, operasi ini dilaporkan akan dimulai kembali pada hari Senin depan. Operasi Boeing selama pandemi ini akan difokuskan pada program militer. Menurut perusahaan, dimulainya kembali operasi Boeing ini bersifat terbatas, yakni untuk merakit tanker KC-46 yang dibangun di Everey. Armada ini adalah turunan dari 767. Operasi Boeing selama pandemi ini juga akan merakit pesawat anti-submarine P-8 buatan Renton, sebuah turunan dari Boeing 737.

operasi Boeing selama Pandemi

Sekitar 2.500 karyawan akan terlibat untuk melakukan pekerjaan ini di 2 pabrik perakitan di kawasan Puget Sound dan sebuah operasi perusahaan di Moses Lake, Washington bagian timur. Di sini, Boeing menyimpan ratusan pesawat jet 737 Max. Namun, perwakilan perusahaan tidak menyampaikan secara rinci berapa jumlah karyawan yang akan bekerja kembali di pabrik Everett. Alasannya, perusahaan tidak berkewajiban menyampaikan informasi sampai serinci itu kepada publik.

Dimulainya kembali operasi Boeing selama pandemi ini adalah bagian dari dukungan terhadap Departemen Pertananan dan keamanan negara. Jadi, operasi ini sangat penting. Sementara itu, pihak perusahaan menyampaikan bahwa kembalinya karyawan bekerja akan diatur secara bertahap agar pihak manajemen memiliki waktu dan tenaga untuk mengatur basis pasokan yang handal. Alat pelindung diri (APD) sudah disiapkan dengam baik.

Baca Juga:   Inkubasi Bisnis: Pengertian, Tujuan, Sasaran Hingga Manfaatnya

Demikian juga dengan langkah-langkah keamanan yang mesti diterapkan dengan baik selama jam kerja, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik. Di antaranya, Boeing akan melakukan pemeriksaan kesehatan pekerja di awal setiap shift. Kemudian, waktu akhir shift dan awal shift berikutnya akan dijeda, sehingga arus keluar-masuk karyawan bisa dikurangi. Selain itu, semua karyawan diwajibkan untuk menggunakan masker atau penutup wajah.

Sebelumnya, pabrik yang berbasis di Chicago dijadwalkan akan memulai kembali operasinya minggu ini. Namun, pada hari Minggu lalu, perusahaan mengumumkan untuk memperpanjang penutupan sementara operasi di Puget Sound, termasuk juga di Moses Like, hingga ada pemberitahuan selanjutnya. Penutupan operasi kala itu dilakukan karena pandemi virus corona semakin menyebar di seluruh Amerika Serikat.

Rangkaian Penutupan Operasi Boeing Selama Pandemi

Sebelumnya, Boeing telah menutup operasi di wilayah Puget Sound ini selama 14 hari, terhitung sejak Tanggal 25 Maret 2020, yakni 3 hari setelah seorang karyawan di pabrik Everett meninggal akibat Covid-19. Sebelumnya, sejumlah pekerja di pabrik ini mengeluh kepada media karena mereka merasa bahwa perusahaan tidak menyediakan sarana kebersihan yang memadai. Sementara itu, petugas kebersihan yang ada dinilai terlalu kerepotan karena beban kerja yang terlalu berat.

Sebanyak 6 pekerja di pabrik milik Boeing di North Charleston, S.C juga didiagnosa mengalami Covid-19. Secara total, sebanyak 135 pekerja Boeing dilaporkan positif covid-19. Jadi, untuk mencegah penularan lebih banyak lagi, perusahaan memutuskan untuk menghentikan operasi sementara.

Pada tanggal 06 April 2020 dilaporkan bahwa Boeing menutup sementara produksi di fasilitas 787 yang ada di South Carolina, setelah gubernur mengeluarkan perintah bekerja dari rumah akibat virus corona. Sebelumnya, Boeing menghentikan produksi di fasilitas yang ada di daerah Seattle. Artinya, produksi pesawat komersil benar-benar dihentikan selama beberapa minggu terakhir. Upaya ini dilakukan perusahaan sebagai bentuk kepatuhan terhadap himbauan pemerintah negara bagian, pemerintah daerah, maupun pejabat kesehatan masyarakat setempat bahwa melindungi warga negaranya adalah hal yang paling utama.

Baca Juga:   Tips Cara Memilih dan Membeli Tanah untuk Investasi yang Menguntungkan

Minggu lalu, perusahaan yang ada di Chicago memperpanjang masa penutupan operasi di pabriknya di wilayah Puget Sound setelah sebelumnya perusahaan merumahkan karyawannya selama 2 minggu. Meskipun pembuatan suku cadang pesawat komersil masih terus berlangsung di Oregon, Canada, Utah, dan Australia masih berlanjut, operasi di Puget Sound mengerjakan bagian utama dari proyek 787.

Dampak terhadap Operasi Boeing Selama Pandemi

Pihak perusahaan mengakui bahwa pandemi virus corona mempengaruhi operasi perusahaan secara signifikan. Produksi dan perakitan pesawat komersil benar-benar terhenti. Saat ini, operasi Boeing selama pandemi juga hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan Departemen Pertahanan. Belum ada informasi tentang kapan produksi pesawat komersil akan dimulai kembali.

Seperti diketahui, penyebaran virus corona telah memicu terjadinya penurunan yang tajam di sektor penerbangan komersil. Saat masyarakat diinstruksikan untuk #DiRumahSaja dan tidak keluar kecuali untuk hal-hal mendesak, jumlah pengguna pesawat komersil juga mengalami penurunan tajam. Bahkan, sejumlah pengamat memperkirakan bahwa butuh waktu beberapa tahun untuk memulihkan industri travel secara global. Artinya, kebutuhan terhadap pesawat baru juga akan terus berkurang.

 

Tagged With :

Leave a Comment