Obligasi ORI 016 Bisa Diperdagangkan Lagi Seperti Saham

Anda barangkali sudah cukup familiar dengan produk investasi obligasi negara seperti sukuk tabungan (ST) dan surat berharga ritel (SBR) yang telah berulangkali dirilis oleh pemerintah dalam dua tahun terakhir. Produk obligasi tersebut tidak dapat diperdagangkan lagi di pasar sekunder, sehingga investor hanya bisa membeli lalu hold hingga jatuh tempo, atau melakukan early redemption pada waktu yang sudah ditentukan saja.

Rendahnya likuiditas produk suku tabungan dan surat berharga ritel merupakan salah satu faktor yang mengurangi daya tariknya bagi investor. Coba saja bandingkan dengan saham yang bisa diperjualbelikan lagi dengan potensi keuntungan ganda dari dividen dan capital gain. Bagi investor yang menginginkan keuntungan sebesar-besarnya, saham memberikan potensi profit lebih besar, ditambah kapabilitas untuk menarik dana kapan saja.

Obligasi ORI 016 Bisa Diperdagangkan Lagi Seperti Saham

Menyoroti kesenjangan ini, pemerintah merilis obligasi seri ORI 016 yang memiliki karakteristik khas: dapat diperdagangkan lagi di pasar sekunder. Artinya, investor yang membeli ORI 016 tidak lagi terikat oleh keharusan untuk hold obligasi hingga akhir jatuh tempo atau hingga tiba masa early redemption. Investor juga bisa mendapatkan capital gain, apabila ORI 016 miliknya terjual kembali di pasar sekunder dengan harga lebih tinggi. Selain itu, ORI 016 memberikan bunga seperti halnya obligasi biasa.

Secara lengkap, fitur obligasi ORI 016 antara lain:

  • Periode pemesanan ORI 016: 2-24 Oktober 2019
  • Penerbitan surat kepemilikan: 30 November 2019
  • Jatuh tempo: 15 Oktober 2022
  • Minimum pemesanan: Rp1,000,000 dan kelipatan
  • Maksimum pemesanan: Rp3,000,000,000
  • Imbal hasil tetap: 6.80% per tahun
  • Potongan pajak: 15% atas imbal hasil
  • Pembayaran imbal hasil pertama: 15 Desember 2019

Nah, apakah Anda tertarik untuk berinvestasi dalam obligasi ORI 016? Di tengah kondisi bursa saham yang sedang lesu belakangan ini, obligasi ORI 016 bisa menjadi alternatif yang cukup menguntungkan. Setelah kondisi bursa lebih kondusif, Anda bisa menjual obligasi untuk dialihkan kembali ke investasi saham.

Baca Juga:   Delegasi China Batalkan Kunjungan ke Montana, Wall Street Anjlok

Dalam penyusunan portofolio, keberadaan obligasi yang dapat diperdagangkan lagi seperti ORI 016 akan mendukung stabilitas risk/reward dalam jangka pendek maupun panjang. Minat beli obligasi ORI 016 ini kemungkinan takkan berakhir setelah periode pemesanan usai, sehingga investor awal akan menikmati prospek keuntungan secara langsung maupun tak langsung.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar