NFP AS Melejit Dua Kali Lipat, Dolar AS Meroket

Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan di sesi perdagangan Jumat malam ini, NFP AS naik sebanyak 528,000 pada bulan Juli. Angka tersebut dua kali lipat lebih banyak daripada ekspektasi 250,000, sekaligus menjadi NFP AS yang tertinggi sejak Februari. Data NFP AS pada bulan sebelumnya juga direvisi naik dari 372,000 ke 398,000.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran AS turun menjadi 3.5% dari 3.6%; data Pendapatan Per-jam Rata-rata yang naik dari 0.4% menjadi 0.5%. Solidnya data ketengakerjaan AS menunjukkan sektor tersebut mantap seiring dengan kebijakan kenaikan suku bunga The Fed. Artinya, ada kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga lagi untuk menekan kenaikan inflasi.

“Kombinasi dari penguatan pertumbuhan pekerjaan, sektor ketenagakerjaan yang sangat kencang, dan inflasi yang membandel tingginya, menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga The Fed masih akan dilakukan bulan depan,” komentar Michael Gregory dari BMO Capital di Toronto.

Laporan tersebut mendongkrak Dolar AS berbalik dari penurunannnya kemarin. Indeks Dolar AS melonjak 0.78% ke 106.58, menghapus penurunan tajam kemarin. Sedangkan terhadap Yen, lonjakan Dolar mencapai lebih dari 1.5% persen dengan USD/JPY yang diperdagangkan di 134.99, tertinggi sejak 29 Juli.

uj

“Ini adalah laporan yang jauh lebih kuat dari yang diharapkan… Artinya, The Fed tidak dapat berputar pada titik ini. Federal Reserve harus terus menaikkan suku bunga. Orang-orang yang mengatakan mari kita lakukan lebih lambat sedang disingkirkan di sini. dengan laporan ini,” kata Axel Merk, analis dari Merk Investment senada dengan komentar Gregory. “Dolar lebih kuat terhadap hampir semua mata uang. AS tampil apik ketika suasana umum menunjukkan bahwa (ekonomi) dunia sedang melambat.”

Minggu lalu, bank sentral AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 poin, dengan total kenaikan 225 basis poin sejak Maret. Namun, baru-baru ini investor sempat mempertimbangkan apakah Fed bisa mengurangi agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga di masa depan.

Baca Juga:   Kurs Dollar Hari Ini - Senin, 04 Mei 2020

Leave a Comment