Pada perdagangan hari Jumat (8/12/2023), bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencatat level penutupan tertinggi sejak awal tahun 2022 usai laporan pekerjaan AS mendorong optimisme investor tentang ekonomi soft landing.
Mengutip dari Reuters, Senin (11/12), S&P 500 naik 0,41 persen mengakhiri sesi pada 4.604,37 poin. Nasdaq menguat 0,45 persen menjadi 14.403,97 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,36 persen menjadi 36.247,87 poin.
Penutupan S&P 500 merupakan yang tertinggi sejak Maret 2022, sedangkan penutupan Nasdaq merupakan yang tertinggi sejak April 2022.
Untuk pekan ini, S&P 500 naik 0,21 persen keenam kalinya berturut-turut mencatat kenaikan mingguan, rekor terpanjang sejak November 2019.
Dow naik tipis 0,01 persen untuk pekan ini, juga merupakan kenaikan mingguan keenam berturut-turut, minggu positif terpanjang sejak Februari 2019.
Investor mengurangi spekulasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada bulan Maret setelah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan nonfarm payrolls meningkat sebanyak 199.000 pekerjaan pada bulan November, dibandingkan dengan proyeksi peningkatan sebanyak 180.000 pekerjaan.
Tingkat pengangguran turun menjadi 3,7 persen, sementara pendapatan rata-rata naik tipis menjadi 0,4 persen pada basis bulanan, dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan 0,3 persen.
Suku bunga berjangka menunjukkan pelaku pasar memprediksi The Fed mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan pekan depan, berdasarkan CME FedWatch.
“Penurunan tingkat pengangguran khususnya akan meredakan kekhawatiran resesi dan dengan meningkatnya gaji dan pendapatan, hal ini membuat narasi soft landing tetap berpengaruh,” kata Stuart Cole, Kepala Ekonom Makro Equiti Capital di London.
DIPROYEKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat terbatas pada perdagangan Senin (11/12). Sejalan dengan IHSG yang berakhir di zona hijau atau menguat 24,97 poin (0,35 persen) ke 7.159,59 pada penutupan perdagangan saham Jumat (8/12).
Tim Pilarmas Investindo Sekuritas melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.120 – 7.180.
Penyebabnya adalah survei konsumen yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada bulan November 2023 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat.
Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan November 2023 di level 123,6 atau berada pada zona optimistis atau lebih dari 100.
“Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada bulan November 2023 didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap optimistis,” tulis Tim Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya pada Senin (11/12).
Sementara, IKE tetap terjaga karena didukung oleh Indeks Pembelian Barang Tahan Lama dan IEK yang tetap kuat ditopang oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha.
Hal ini kemudian memberikan indikasi bahwa kuatnya konsumen pada November 2023 didorong oleh keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi yang optimis terhadap ekonomi ke depan.
“Dan tentu saja akan mendorong daya tahan terhadap turbulensi yang akan hadir pada pekan depan, ditengah gejolak pasar yang sudah kami sampaikan di bagian atas,” tambah Tim Pilarmas Investindo Sekuritas.
Sementara, Head of Research dari Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memprediksi IHSG masih berada dalam bullish trend.
Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh menguatnya indeks-indeks Wall Street menguat di Jumat (8/12).
Penguatan didorong oleh data ekonomi yang solid, terutama dari sektor tenaga kerja, terlihat dari turunnya tingkat pengangguran di AS ke 3,7 persen di November 2023 dari 3,9 persen di Oktober 2023.
Hal ini sejalan dengan kenaikan U.S. Non farm payrolls ke 199 ribu di November 2023 dari 150 ribu di Oktober 2023.
“Data lain adalah kenaikan Michigan consumer sentimen preliminary ke 69,4 di Desember 2023 dari 61,3 di November 2023. Kedua data tersebut berada di atas ekspektasi pasar. Secara teknikal, IHSG masih berada dalam bullish trend,” kata Valdi dalam risetnya pada Senin (11/12).
Meski demikian, Valdy melihat terbentuknya upper shadow panjang dan death cross di overbought area membuat IHSG rawan profit taking dalam jangka pendek.
“Mayoritas sentimen berasal dari data ekonomi yang akan dirilis pekan depan. AS dijadwalkan merilis data inflasi, disusul keputusan FOMC the Fed di 13 Desember 2023,” tambah Valdy.
Terlebih, ECB dan BoE juga akan mengadakan pertemuan pada pekan ini, pada Kamis (14/12). Sementara di dalam negeri, RDG BI dijadwalkan pada pekan ini. “Semuanya diyakini akan menahan suku bunga acuan,” ujar Valdy.
Valdy kemudian merekomendasikan saham MAPI, MEDC, HRUM, ADMR, UNTR, ADRO, dan CPIN untuk dilihat pekan ini.