Nasdaq Menguat, Dow Melemah: Potret Wall Street di Tengah Gencatan Senjata dan Testimoni Powell

Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 25 Juni 2025, setelah dua hari mengalami kenaikan. Meskipun demikian, pasar tetap menunjukkan ketahanan di tengah beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Berikut adalah poin-poin utamanya:

  • Dow Jones Industrial Average (.DJI) melemah 106,59 poin atau 0,25% ke 42.982,43.
  • S&P 500 (.SPX) turun tipis 0,02 poin ke 6.092,16, namun tetap dekat dengan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa yang tercapai pada 19 Februari.
  • Nasdaq Composite (.IXIC) naik 61,02 poin atau 0,31% ke 19.973,55, didorong oleh saham sektor teknologi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pasar

  • Gencatan Senjata Israel-Iran Bertahan: Adanya gencatan senjata antara Israel dan Iran memberikan sentimen positif, meskipun dampaknya terhadap kerusakan fasilitas nuklir Iran belum sepenuhnya jelas. Presiden AS Donald Trump menyatakan kemenangan dalam hal ini.
  • Testimoni Ketua The Fed Jerome Powell: Ketua The Fed Jerome Powell kembali menegaskan kepada Kongres bahwa bank sentral akan menunda pemotongan suku bunga hingga dampak inflasi dari tarif yang diberlakukan Trump dapat diketahui dengan lebih jelas. Pasar keuangan saat ini memperkirakan kemungkinan pemotongan suku bunga pada pertemuan Juli sekitar 25% dan pada September sebesar 67%.
  • Ketahanan Ekonomi AS: Meskipun ada beberapa masalah seperti tarif dan ketegangan di Timur Tengah, pasar menyadari bahwa ekonomi AS tetap tangguh. Ini menjadi alasan utama mengapa saham-saham terus bergerak naik.
  • Kenaikan Saham Teknologi: Sektor teknologi, layanan komunikasi, dan kesehatan mencatat kenaikan. Saham Nvidia bahkan sempat mencapai rekor tertinggi, menjadikannya perusahaan paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar USD 3,75 triliun.
  • Rotasi Sektor: Pergerakan saham yang menunjukkan sektor teknologi dan layanan komunikasi memimpin dianggap sebagai pertanda positif bahwa reli pasar bullish mungkin akan terus berlanjut di musim panas.
  • Data Ekonomi:
    • Penjualan rumah baru anjlok 13,7% dan permohonan pinjaman hipotek menurun akibat kenaikan suku bunga.
    • Data PDB kuartal I-2025 akan dirilis pada hari Kamis, dan laporan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada hari Jumat akan memberikan gambaran tentang belanja konsumen dan inflasi.

Pergerakan Saham Individual

  • Tesla: Turun 3,8% karena penurunan penjualan di Eropa.
  • FedEx: Turun 3,3% setelah proyeksi laba kuartalan di bawah ekspektasi akibat tarif yang menekan permintaan global. Rivalnya, UPS, juga turun 1,2%.
  • General Mills: Turun 5,1% setelah proyeksi laba yang mengecewakan.
  • BlackBerry: Melonjak 12,5% setelah menaikkan proyeksi pendapatan.
  • Micron Technology: Naik lebih dari 5% dalam perdagangan after-market setelah proyeksi pendapatan kuartal keempat yang melebihi ekspektasi.

Gambaran Umum Perdagangan

  • NYSE: Jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik (rasio 1,94:1).
  • Nasdaq: Jumlah saham yang melemah lebih banyak dibandingkan yang menguat (rasio 1,83:1).
  • Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,02 miliar saham, lebih rendah dari rata-rata harian 20 hari terakhir.

Singkatnya, meskipun Wall Street secara keseluruhan melemah tipis, sektor teknologi menunjukkan kekuatan yang signifikan, dan pasar tetap optimis terhadap ketahanan ekonomi AS di tengah perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter.

Leave a Comment