Pada perdagangan Rabu, 21 Februari 2024, indeks saham utama Amerika Serikat alias Wall Street ditutup bervariasi. Dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones industrials naik tipis, sementara Nasdaq ditutup melemah untuk sesi ketiga berturut-turut.
Mengutip Reuters, S&P 500 naik 0,13 persen mengakhiri sesi pada 4.981,80 poin. Nasdaq turun 0,32 persen menjadi 15.580,87 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,13 persen menjadi 38.612,24 poin.
“Nasdaq lemah karena investor menunggu rilis pendapatan Nvidia yang dapat menentukan momentum jangka pendek untuk ekuitas,” tulis laporan itu.
Setelah penutupan, saham Nvidia melonjak 6 persen setelah memproyeksi pendapatan fiskal kuartal pertama di atas perkiraan karena kuatnya permintaan untuk chipnya yang mendominasi pasar kecerdasan buatan (AI).
Selama sesi tersebut, Nvidia (NVDA.O) sahamnya turun 2,85 persen, menambah penurunan hari sebelumnya lebih dari 4 persen bagi perancang chip tersebut.
Adapun, Reuters mencatat, saham Nvidia telah melonjak hampir 40 persen tahun ini. Hal itu membuat Nvidia berhasil meraih keuntungan terbesar di S&P 500 setelah melonjak hampir 240 persen pada tahun 2023. Analis telah memperingatkan bahwa valuasinya yang tinggi dapat membuat saham rentan terhadap kemunduran tajam jika perusahaan memberikan sesuatu.
“Hal ini didorong oleh kegembiraan dan antusiasme seputar AI dan tentu saja AI yang paling disayangi adalah Nvidia,” kata Kepala Investasi Albion Financial Group, Jason Ware.
“Pasar memandang Nvidia dengan sedikit kecemasan, mungkin kita perlu melihat laporan yang baik dari pemimpin di bidang ini dan pemimpin itu adalah Nvidia,” tambahnya.
Di sisi lain, risalah pertemuan Federal Reserve pada bulan Januari menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan khawatir terhadap risiko pemotongan suku bunga yang terlalu cepat, dengan ketidakpastian yang luas mengenai berapa lama biaya pinjaman akan tetap pada tingkat saat ini.
Setelah risalah tersebut dirilis, para pedagang obligasi berjangka suku bunga jangka pendek AS tetap bertaruh bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya paling cepat pada bulan Juni.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Kamis (22/2). Pada perdagangan Rabu (21/2), IHSG ditutup melemah 0,05 persen atau 3,579 poin ke level 7.349,021.
Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.270 – 7.370. Sentimen IHSG dari global yakni sebagian pejabat The Fed ingin memperlambat laju pengurangan portfolio yang tengah dilakukan The Fed, menjadi salah satu langkah yang dilakukan jika tingkat suku bunga ingin diturunkan.
“Pasar juga tampaknya mulai mengurangi persepsi dan ekspektasi akan penurunan tingkat suku bunga yang terlalu dini yang dilakukan pada bulan Maret mendatang. Sehingga pelaku pasar dan investor mulai memundurkan potensi penurunan tingkat suku bunga ke bulan Juni,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (22/2).
Namun demikian, pelaku pasar dan investor masih menginginkan tingkat suku bunga dapat turun 3-4 kali pemotongan pada tahun 2024. Pelaku pasar dan investor akan fokus kepada pertemuan 19–20 Maret, karena The Fed akan mulai memperbaharui proyeksi tingkat suku bunga mereka.
Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksi IHSG akan rawan terkoreksi kembali ke rentang area terdekatnya di 7.200-7.272, dengan catatan IHSG belum mampu break resistance di 7.403.
“Kabar baiknya, apabila IHSG mampu break 7.403, maka IHSG berpeluang kembali menguat membentuk label merah untuk menguji 7.420-7.500,” kata Herditya.
Herditya merekomendasikan sederet saham yaitu PGAS, TOWR, dan UNIQ. Sedangkan top picks saham bagi Pilarmas Investindo Sekuritas antara lain BIRD, IMAS, dan EXCL.