Meski Dibebani Penurunan Saham Facebook, Wall Street Ditutup Menguat

XM broker promo bonus

Indeks utama Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa (26/10), dengan Dow Industrials dan S&P 500 mencapai rekor baru. Kenaikan sempat terbebani karena saham Facebook jatuh setelah perseroan melaporkan pendapatan kuartalannya.

Dikutip dari Reuters, Rabu (27/10), Dow Jones Industrial Average naik 15,73 poin, atau 0,04 persen menjadi 35.756,88; S&P 500 naik 8,31 poin, atau 0,18 persen pada 4.574,79; dan Nasdaq Composite bertambah 9,01 poin, atau 0,06 persen menjadi 15.235,72.

Saham Facebook Inc, turun 3,92 persen menjadi hambatan terbesar pada S&P 500 dan Nasdaq. Sebelumnya Facebook menyatakan bahwa perubahan privasi baru Apple Inc akan membebani bisnis digitalnya.

Namun, indeks acuan S&P mencetak rekor tertinggi baru, terangkat oleh nama-nama dengan kapitalisasi pasar yang besar. Nvidia Corp naik 6,70 persen menjadi ditutup pada rekor tertinggi USS 247,17, sementara Amazon.com Inc naik 1,68 persen dan Apple naik 0,46 persen.

Dorongan juga datang dari kenaikan 6,95 persen pada saham United Parcel Service Inc dan kenaikan 2,03 persen pada saham General Electric Co.

Penghasilan perusahaan S&P 500 diperkirakan akan tumbuh 35,6 persen secara tahunan pada kuartal ketiga di tengah upaya perusahaan menavigasi kemacetan rantai pasokan, kekurangan tenaga kerja, dan tekanan inflasi.

Di sisi lain, saham Microsoft Corp naik 1,29 perssn sementara induk Google Alphabet Inc tergelincir 0,24 persen menyusul hasil kuartalan mereka.

Data menunjukkan kepercayaan konsumen AS secara tak terduga rebound pada Oktober karena kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi diimbangi dengan membaiknya prospek pasar tenaga kerja. Departemen Perdagangan melaporkan penjualan rumah baru melonjak 14,0 persen pada bulan September. Saham Hasbro Inc naik 3,23% setelah pembuat mainan itu membukukan laba kuartal ketiga.

Baca Juga:   Wall Street Anjlok karena Investor Khawatir The Fed Percepat Naikkan Suku Bunga

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 12,34 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,41 miliar saham.

BERGERAK MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat hari ini. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, laju IHSG akan bergerak di level support 6.472 dan level tertinggi 6.691 sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Selasa (25/10), IHSG ditutup menguat di level 6.656,93 atau naik 0,47 persen.

“Pergerakan IHSG masih terlihat sedang berusaha mencetak rekor tertinggi sepanjang masanya,” tulis William dalam risetnya, Rabu (27/10).

Menurutnya, kenaikan IHSG ditopang oleh capital inflow yang terlihat mulai kembali ke dalam pasar modal Indonesia. Juga didorong oleh kuatnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari data yang telah terlansir.

Menurut William, hal ini memberikan sentimen positif dan meningkatkan kepercayaan para investor terhadap pasar modal Indonesia. “IHSG masih berpotensi bergerak menguat terbatas hingga beberapa waktu mendatang,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

 

Leave a Comment