Mengenal Lebih Dekat Token Blockchain Azure dari Microsoft

Perusahaan teknologi raksasa, Microsoft, sedang menciptakan platform rahasia untuk menciptakan token yang hampir sama dengan bitcoin, meski masih dalam tahap percobaan. Perusahaan software ini menciptakan suatu ‘cetakan’ bernama Token Blockchain Azure yang memungkinkan perusahaan untuk menciptakan aset-aset kripto, termasuk token ethereum. Dengan token berbasis ethereum, sejumlah perusahaan, seperti pengembang game dan Virtual Reality, telah menggunakan cetakan tersebut untuk menciptakan sejumlah aset percobaan.

Apa Itu Token Blockchain Azure?

Cetakan aset kripto ini memungkinkan perusahaan atau siapapun untuk merancang, mengeluarkan, dan mengelola berbagai jenis aset. Sama dengan bitcoin, aset tersebut bisa dibuktikan hanya berada di satu tempat di saat yang sama, sehingga lebih sulit ditempa dan lebih mudah diaudit. Butcin biasanya diasosiasikan dengan aset yang setara seperti uang atau emas. Sementara itu, Token Blockchain Azure dari Microsoft akan hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari instrumen investasi seperti obligasi, dokumen, hingga tiket.

Token Blockchain Azure

Perusahaan yang menggunakan teknologi dari Microsoft ini umumnya mengandalkan versi blockchain ethereum yang digunakan dengan izin khusus untuk mencapai kesepakatan atas transaksi. Namun di masa mendatang, pengembang token bisa menggunakan Token Blockchain Azure pada blockchain ethereum publik atau bahkan di jurnal terdistribusi (distributed ledgers) yang diciptakan oleh sejumlah pesaing Microsoft.

Sebenarnya, Microsoft bukanlah yang pertama mencetak token sejenis. JPMorgan dan Facebook sedang menggunakan standar yang sama dengan sekelompok perusahaan seperti Uber, Vodaphone, dan Spotify. Proyek Microsoft ini diharapkan akan memberikan jalan bagi perusahaan untuk menciptakan token yang mudah digunakan, seolah-olah mereka menggunakan satu sistem akuntansi tunggal.

Kegunaan Token Blockchain Azure

Perlu diingat bahwa sebagian besar Token Blockchain Azure berbeda jauh dari bitcoin (yang mendapatkan nilainya dari pasar terbuka), meski berbasis teknologi yang sama. Misalnya, Token Emoney yang dibangun di atas Token Taxonomy Framework (TTF) sepertinya hanya mendapatkan nilai berdasarkan aset dasarnya. Sama juga dengan uang kripto Libra yang dikembangkan Facebook. Sebaliknya, standar TTF untuk dokumen asuransi dan ijasah hanya dijadikan token, dalam artian, bahwa jurnal tersebut membuktikan kalau kontrak atau aset hanya ada di satu tempat pada suatu waktu. Jadi, kecil kemungkinan kalau nilainya akan ditentukan oleh pasar secara terbuka.

Baca Juga:   Fakta atau Mitos Seputar Layanan Peer to Peer (P2P) Lending

Token Blockchain Azure dikembangkan oleh Microsoft untuk membantu para pelaku bisnis dalam meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap transaksi berbasis blockchain. Sebagai contoh, tagihan muatan yang digunakan sebuah pabrik untuk mengirimkan produk di satu kapal kontainer hanya akan ada di satu tempat pada suatu waktu, sehingga tidak terjadi tagihan ganda atau overlapping. Di masa lalu, tagihan muatan dan dokumen asuransi harus disatukan dan dikirim secara manual dari satu wilayah ke wilayah lain. Akibatnya, resiko kehilangan atau pencurian bisa saja ada di setiap tahapannya.

Contoh Penggunaa Token Blockchain Azure: Mythical Games

Perusahaan yang berkantor di Los Angeles ini menggunakan teknologi blockchain sehingga para pengembang game tidak lagi meragukan atau mencurigai adanya penipuan. Dengan sistem blockchain, benda-benda digital yang digunakan dalam permainan seperti senjata, karakter, atau benda-benda yang dipakai karakter game hanya ada satu di satu tempat pada suatu waktu. Misalnya, pakaian virtual yang digunakan karakter game tidak akan pernah di-copy dan paste di tempat lain pada saat yang sama.

Mythical Weapons membatasi pasokan token. Para pendirinya percaya bahwa dengan cara ini benda virtual bisa diperdagangkan di dunia virtual dengan cara yang lebih mudah. Mythical Games berharap bahwa barang digitalnya akan membuka setidaknya tiga peluang bisnis baru:

  • Benda virtual bisa dijual di dalam game yang sama dan berpindah dari satu pemain ke pemain lain secara bebas. Namun, satu benda tidak akan pernah berada di dua tempat di saat yang sama.
  • Benda-benda digital dalam game akan menjadi langka, ketika semakin banyak orang memainkan game. Akibatnya, nilai transaksinya akan meningkat.
  • Benda digital pada satu blockchain bisa diberi kode dengan smart contract yang tak bisa dibatalkan. Sementara itu, pengembang benda virtual tersebut akan mendapatkan dividen dari transaksi, sama halnya dengan royalty benda digital yang diterima pengembang software.
Baca Juga:   Aturan Tentang Aset Kripto Masih Diselimuti Kontroversi

Kunci dari model bisnis blockchain dari Microsoft terletak pada perbedaan bagaimana blockchain publik dengan blockchain dengan izin khusus melakukan validasi terhadap transaksi. Blockchain publik seperti bitcoin dan ethereum diprogram untuk memberikan reward secara otomatis bagi pengguna mata uang kripto karena sudah berkontribusi menyediakan kemampan matematis untuk mengaudit blockchain. Hasilnya, transaksi di blockchain publik tidak begitu sentralistik dan cocok untuk multi-pihak yang tidak mengenal dan tidak percaya satu sama lain.

Sebaliknya, permissionned blockchain diaudit oleh layanan sentral yang didukung oleh teknologi cloud computing seperti Token Blockchain Azure dan teknologi lainnya. Model ini lebih cocok untuk multi-pihak yang saling percaya, mirip seperti database sentralistik dengan setidaknya satu perantara, yakni Microsoft.

Tagged With :

Leave a Comment