Menanti Keputusan Perpanjangan Stimulus Fiskal AS, Wall Street Melesat

Ketiga indeks utama di Wall Street berakhir lebih tinggi, setelah investor melihat laporan kinerja kuartal II sejumlah perusahaan dan negosiasi perpanjangan stimulus fiskal Amerika Serikat yang masih berlangsung.

Berdasarkan laporan Reuters, Kamis (23/7), Dow Jones Industrial Average naik 165,44 poin atau 0,62 persen menjadi 27.005,84, indeks S&P 500 naik 18,72 poin atau 0,57 persen menjadi 3.276,02, dan Nasdaq Composite menambahkan 25,76 poin atau 0,24 persen menjadi 10.706,13.

Nasdaq memiliki keuntungan terkecil, dibatasi oleh penurunan 1,2 persen di saham Amazon.com Inc (AMZN.O).

Sementara jika dibandingkan sejak awal tahun ini, S&P 500 tetap di wilayah positif atau naik 1,4 persen. Sementara Nasdaq naik lebih banyak, yakni 19,3 persen. Sedangkan Dow turun 5,4 persen.

“Investor ‘kelaparan’ untuk mencari pendapatan dan mereka tidak bisa mendapatkan itu di pasar obligasi, sehingga mereka mencari ke ekuitas,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar saham di Spartan Capital Securities, New York.

Hingga Selasa (21/7), lebih dari 1.000 kematian baru akibat COVID-19. Sehingga total korban jiwa hampir 142.000. Para ahli memperingatkan bahwa jumlah tersebut akan terus meningkat, seiring adanya lonjakan infeksi baru.

Sementara itu, Demokrat dan Republik terpecah pada rincian paket stimulus baru yang diperkirakan menelan biaya lebih dari USD 1 triliun. Padahal, sejumlah paket stimulus itu akan berakhir pada minggu depan.

“Saya menduga pemerintah akan mendorong kembali stimulus sebelum berakhir. Jika tidak, pengeluaran akan goyah lagi,” tambah Cardillo.

Dari sisi ekonomi, National Association of Realtors melaporkan penjualan rumah melonjak dan mencatatkan rekor kenaikan hingga 20,7 persen pada Juni 2020.

Philadelphia SE Housing Index naik 3,0 persen, dengan mudah mengungguli pasar.

Pfizer Inc (PFE.N) naik 5,1 persen, setelah pembuat obat dan perusahaan biotek Jerman BioNTech SE (22UAy.F) mengumumkan pemerintah AS akan membayar USD 1,95 miliar untuk 100 juta dosis kandidat vaksin COVID-19 mereka.

Operator rumah sakit HCA Healthcare Inc (HCA.N) melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, sahamnya melonjak 12,0 persen.

Saham Snap Inc (SNAP.N) merosot 6,2 persen setelah membukukan kerugian USD 326 juta dan memperkirakan pengguna kuartal saat ini lebih sedikit dari yang diperkirakan.

Saham United Airlines Holdings Inc (UAL.O) turun 4,2 persen, setelah perusahaan melaporkan rugi yang disesuaikan sebesar USD 2,6 miliar pada April-Juni 2020.

Saham Microsoft Corp (MSFT.O) juga turun lebih dari 2 persen, mengikuti laporan kuartalan perusahaan.

Sementara saham Tesla Inc (TSLA.O) naik lebih dari 2 persen dalam perdagangan pascapasar, setelah pembuat mobil listrik itu melaporkan hasil kuartalan.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,32 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,28 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment