Ketiga indeks saham Wall Street meningkat pada pekan lalu. Ketiga saham utama AS itu didorong optimisme investor terhadap kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris serta harapan vaksin COVID-19.
Mengutip Reuters, Senin (16/11), Dow Jones Industrial Average naik 378,85 poin atau 1,3 persen menjadi 29.459,02, indeks S&P 500 naik 46,99 poin atau 1,33 persen menjadi 3.584, dan Nasdaq bertambah 113,97 poin atau 0,97 persen menjadi 11.823,55.
Selain harapan vaksin, peningkatan Wall Street juga didukung laporan kinerja Cisco Systems Inc, yang menunjukkan lonjakan permintaan akibat banyak masyarakat yang bekerja dari rumah.
Walt Disney Co juga meningkat, seiring peningkatan bisnis video streaming dan pemulihan sebagian di taman hiburan.
“Sentimen vaksin dikombinasikan dengan pengumuman pendapatan perusahaan yang menguat, membuat investor berharap ekonomi dapat terus pulih,” kata Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors.
Kinerja sektor energi, industri, dan teknologi juga mengindikasikan optimisme ekonomi yang kembali pulih.
Sebelumnya, ketiga indeks saham utama AS jatuh pada Kamis (12/11) karena lebih dari 12 negara bagian AS melaporkan kenaikan kasus COVID-19 hingga dua kali lipatnya dalam dua minggu terakhir. Bahkan Wali kota Chicago mengeluarkan nasihat tinggal di rumah selama sebulan.
Namun seorang penasihat senior Presiden terpilih Joe Biden mengatakan, tidak ada rencana untuk penguncian nasional tahun depan. Namun akan dilakukan pembatasan wilayah tertentu ketika penyebaran virus buruk di sana.
Arone dari State Street mengatakan, keengganan pihak Biden untuk mengunci total akan menghibur beberapa investor. Tapi dia khawatir bahwa optimisme investor itu berlebihan, terutama karena pejabat The Fed mengingatkan potensi kerusakan ekonomi yang lebih parah dari kenaikan jumlah kasus COVID-19 tanpa paket stimulus ekonomi baru.
“Pasar meremehkan beberapa dampak dari meningkatnya kasus dan tidak ada stimulus terhadap ekonomi dan pendapatan, dan mereka terlalu berlebihan memperkirakan potensi waktu dan luasnya distribusi vaksin,” kata Arone.