Laporan Keuangan Emiten Menggembirakan, Wall Street Ditutup Menguat

Pada perdagangan, Senin (31/7/2023), bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat. Hal ini masih dipengaruhi oleh laporan keuangan emiten yang menggembirakan saat penutupan di bulan Juni.

Mengutip Reuters, Selasa (1/8), indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 100,24 poin, atau 0,28 persen, menjadi 35.559,53; S&P 500 (.SPX) naik 6,73 poin, atau 0,15 persen, pada 4.588,96; dan Nasdaq Composite (.IXIC) menambahkan 29,37 poin, atau 0,21 persen, ke 14.346,02.

Investor dalam beberapa pekan terakhir memang berharap ekonomi AS membaik, karena data ekonomi menujukkan perbaikan dari data tenaga kerja dan inflasi yang sudah mulai melandai.

Belum lagi, laporan keuangan emiten di kuartal II ini terus menunjukkan optimisme akan ekonomi yang lebih baik.

“Salah satu alasan pasar menguat sepanjang bulan ini adalah selain kabar baik bagi perekonomian yang telah kami lihat sepanjang tahun, kami juga melihat bahwa pendapatan perusahaan tampaknya tidak terlalu terpengaruh seperti yang dialami orang-orang. dikhawatirkan,” ungkap Chris Zaccarelli dari Independent Advisor Alliance.

Investor juga masih menunggu laporan keuangan dari Amazon.com (AMZN.O) dan Apple (AAPL.O) yang akan rilis Kamis pekan ini, ditambah data ekonomi AS termasuk laporan pekerjaan.

Pekan lalu, bank sentral The Fed menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam lebih dari 22 tahun setelah melewati kenaikan seperempat poin yang sangat dinantikan.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, bank sentral akan membuat keputusan berdasarkan data dari pertemuan demi pertemuan.

Seiring dengan laporan kinerja emiten, investor tetap fokus pada laporan pekerjaan di hari Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan ekonomi AS telah menambah 200.000 pekerjaan pada bulan Juli 2023. Nonfarm payrolls meningkat 209.000 di bulan Juni 2023.

DIPREDIKSI KEMBALI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali menguat di perdagangan awal Agustus 2023, Selasa (1/8). Pada perdagangan, Senin (31/7), indeks ditutup berada di zona hijau dengan kenaikan 31,129 poin (0,45 persen) ke posisi 6.931,359.

Analisis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memperkirakan IHSG masih menjaga posisinya di atas rising support. Kondisi ini menjaga peluang IHSG untuk kembali uji resistance di 6.950.

“Hal ini dapat menjadi indikasi bullish continuation. Sebaliknya, waspadai potensi konsolidasi, jika penguatan tertahan di 6.950,” kata Alrich dalam prediksinya, Selasa (1/8).

Alrich mengatakan sentimen positif eksternal berasal dari kenaikan China NBS Manufacturing PMI ke 49.3 di Juli 2023 dari 49 di Mei 2023. Pemulihan aktivitas manufaktur di China juga diperkirakan terus berlanjut menyusul keputusan bank sentral Tiongkok untuk menurunkan suku bunga pinjaman di Juli 2023.

Sementara untuk di dalam negeri, Alrich menilai pelaku pasar mengantisipasi data indeks manufaktur yang diperkirakan bertahan di atas 50 di Juli 2023 dam proyeksi penurunan inflasi ke 3,1 persen (yoy) di Juli 2023 dari 3,52 persen di Juni 2023.

“Inflasi yang rendah menjadi modal berharga dalam menghadapi potensi kenaikan inflasi di puncak El Nino yang diperkirakan terjadi di Agustus 2023,” ujar Alrich.

Senada dengan Alrich, Analis Bhina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, IHSG akan kembali menguat di perdagangan Selasa. Menurutnya, IHSG akan tetap berada dalam fase konsolidasi selama penutupan hariannya masih di bawah 6970.

“Level support IHSG berada di 6840, 6800 dan 6766, sementara level resistennya di 6985, 7012 dan 7055. Berdasarkan indikator MACD dalam kondisi netral,” ungkap dia.

Adapun beberapa saham rekomendasi Ivan adalah ADRO, AKRA, ARTO, EMTK, dan UNTR.

 

 

Leave a Comment