Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Rabu, 18 Maret 2026, aktivitas perdagangan di bursa saham domestik diliburkan. Hal ini dikarenakan adanya Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Libur bursa ini akan berlanjut hingga besok (Kamis, 19 Maret) untuk peringatan Nyepi, dan diikuti oleh libur panjang Lebaran 2026 yang dimulai pada Jumat, 20 Maret. Pasar dijadwalkan akan dibuka kembali pada 25 Maret 2026.
Analisa Kondisi Terakhir (Closing 17 Maret 2026)
Meskipun pasar libur, sentimen dari penutupan perdagangan kemarin sangat krusial untuk memproyeksi arah indeks saat buka kembali nanti:
-
Posisi Terakhir: IHSG berhasil ditutup menguat di level 7.106 pada sesi terakhir sebelum libur (naik sekitar 1,2%).
-
Sentimen Penopang: Penguatan didorong oleh aksi bargain hunting (beli di harga murah) setelah indeks sempat tertekan cukup dalam selama bulan Ramadan. Sektor transportasi, infrastruktur, dan teknologi menjadi pemimpin penguatan.
-
Faktor Eksternal: Pasar global sedang mencermati keputusan suku bunga Federal Reserve (FOMC) yang berlangsung tepat hari ini (18 Maret waktu AS). Hasil dari rapat ini akan menjadi motor penggerak utama volatilitas saat IHSG buka kembali minggu depan.
Proyeksi Pasca Libur (Re-opening 25 Maret)
Saat pasar kembali dibuka nanti, investor perlu mewaspadai beberapa hal:
-
Reaksi FOMC: Jika The Fed memberikan sinyal dovish (suku bunga tetap/turun), IHSG berpotensi melanjutkan rebound ke arah resistance 7.200.
-
Likuiditas Lebaran: Biasanya, volume transaksi cenderung menipis pasca libur panjang karena pelaku pasar masih dalam suasana Idul Fitri.
-
Saham Pilihan Analis: Berdasarkan tren terakhir, saham-saham seperti EXCL, UNVR, dan AMMN menunjukkan momentum kuat, sementara sektor energi (seperti MEDC) tetap menarik jika harga minyak dunia stabil di atas USD 100.
Catatan Penting: Karena pasar hari ini libur, Anda memiliki waktu ekstra untuk meninjau kembali fundamental portofolio Anda sebelum volatilitas pasca-FOMC menghantam pasar minggu depan.