Laju Wall Street Berat Karena Investor Khawatir Akan Resesi Ekonomi di AS

Langkah bank sentral The Fed yang lebih agresif dalam menaikkan suku bunga dinilai Investor Wall Street Amerika Serikat (AS) justru bisa meningkatkan peluang resesi ekonomi. Hal ini juga menjadi sentimen negatif Wall Street, rata-rata indeks AS itu anjlok lebih dari 4 persen selama sepakan.

Adapun pasar saham AS ditutup pada Senin, (20/6) untuk Juneteenth. Namun Reuters mencatat, tata-rata indeks utama AS baru saja mengalami penurunan 10 minggu dalam 11 minggu di tengah kekhawatiran bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga secara agresif untuk menjinakkan inflasi dengan risiko menyebabkan penurunan ekonomi.

Terpantau selama pekan lalu, S&P 500 sudah anjlok 5,8 persen, ini menjadikan kerugian mingguan terbesar sejak Maret 2020. Pun dengan indeks Blue-chip Dow Jones juga anjlok 4,8 persen di minggu lalu.

Jatuh Dow Jones di level bawah 30.000 untuk pertama kalinya terjadi sejak Januari 2021 di minggu lalu. Nasdaq Composite yang padat teknologi tergelincir 4,8 persen minggu lalu, turun 33 persen dari rekor tertingginya.

Ketua Fed Jerome Powell akan bersaksi di depan Kongres pada Rabu dan Kamis mendatang. Penampilannya muncul setelah kenaikan suku bunga baru-baru ini sebesar 75 basis poin, peningkatan terbesar bank sentral sejak 1994.

Investor akan memantau data yang masuk, termasuk penjualan rumah yang ada pada hari Selasa, untuk mengukur kesehatan ekonomi. Data terbaru menunjukkan kepercayaan konsumen yang rendah, penurunan belanja ritel dan pasar perumahan yang mendingin telah memicu kekhawatiran resesi karena The Fed memerangi inflasi pada level tertinggi 41 tahun.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (21/6). Pada perdagangan Senin (20/6), IHSG ditutup naik 39,41 (0,57 persen) ke level 6.976,37 setelah sempat anjlok 1 persen.

Baca Juga:   Wall Street Menguat Saat Investor Tunggu Rilis Kinerja Facebook Cs

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi pergerakan IHSG hari ini berada di rentang 6.888-7.074. Dia menilai, IHSG pekan ini dipengaruhi sentimen dalam negeri berupa penetapan tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia yang diperkirakan akan berubah.

Adapun Bank Indonesia akan memutuskan tingkat suku bunga pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis, (23/6). “Sedangkan faktor lain dari luar lebih ke arah sentimen harga komoditas yang cenderung memiliki potensi tertekan dibanding peluang naik, hari ini IHSG berpotensi melemah,” kata William dalam risetnya, Selasa (21/6).

Senada, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher juga memprediksi pergerakan IHSG diperkirakan akan terbatas jelang RDG BI pertengahan pekan ini. Di sisi lain, IHSG diperkirakan masih akan ditopang oleh musim pembagian dividen.

“IHSG diprediksi Melemah. Secara teknikal candlestick membentuk hanging man dengan stochastic yang membentuk goldencross di area oversold mengindikasikan potensi rebound,” kata Dennies.

Dennies meramal, pergerakan IHSG hari ini melemah di rentang di level support 6.820-6.898 dan resistance di rentang 7.015-7.054.

Ia merekomendasikan untuk membeli saham ERAA dan BRPT, sementara untuk saham MIKA direkomendasikan untuk di-hold.

 

Leave a Comment