Kinerja Positif Saham Teknologi Picu Wall Street Menguat

Pada perdagangan hari Kamis (23/6/2022), kinerja indeks utama Wall Street membukukan kenaikan solid. Hal ini didorong oleh kinerja yang kuat dari saham defensif dan teknologi yang melebihi penurunan untuk kelompok yang sensitif secara ekonomi dan memiliki kekhawatiran terhadap adanya potensi resesi.

Mengutip dari Reuters, Jumat (24/6) Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 194,23 poin atau 0,64 persen menjadi 30.677,36, S&P 500 (.SPX) naik 35,84 poin atau 0,95 persen menjadi 3.795,73 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 179,11 poin atau 1,62 persen menjadi 11.232,19.

Selama sesi, emiten S&P 500 berayun antara positif dan negatif, kendati demikian saham mulai bergerak menuju penutupan pasar. Benchmark Imbal hasil Treasury AS turun ke posisi terendah dalam dua minggu guna mendukung teknologi dan saham pertumbuhan sensitif tingkat lainnya.

Perdagangan tetap bergejolak setelah S&P 500 pada pekan lalu mencatat penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020. Lalu, investor menimbang seberapa jauh saham mereka bisa anjlok setelah indeks saham pada awal bulan ini turun lebih dari 20 persen.

Chief Investment Officer Greenwood Capital, Walter Todd, mengatakan ada sejumlah besar ketidakpastian terkait prospek dan pasar.

“Ada sejumlah besar ketidakpastian tentang prospek dan pasar bingung,” ujar Chief Investment Officer Greenwood Capital, Walter Todd di South Carolina.

Selain itu, pada hari kedua usai bersaksi di depan Kongres, US Central Bank Chief, Jerome Powell mengatakan komitmen The Fed untuk mengendalikan inflasi selama 40 tahun adalah tanpa syarat, akan tetapi juga disertai dengan risiko pengangguran yang lebih tinggi.

Aktivitas bisnis AS melambat secara signifikan pada bulan Juni karena inflasi yang tinggi dan penurunan kepercayaan konsumen. Sebuah survei pada hari Kamis menunjukkan, terjadi penurunan jumlah permintaan secara keseluruhan.

Baca Juga:   Uji Coba Vaksin Corona Dinilai Potensial, Wall Street Menguat

“The Fed ingin melihat segala sesuatunya mulai melambat dan data mulai mencerminkan hal itu,” tutur Director of Wealth Management Research D.A. Davidson, James Ragan.

Di sisi lain, Citigroup analyst memperkirakan kemungkinan hampir 50 persen dari resesi global. “Pertumbuhan ekonomi melambat. Apakah akan cukup lambat untuk masuk ke resesi, itu pertanyaan besarnya,” jelas Ragan.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat sementara pada perdagangan hari Jumat (24/6). Pada perdagangan Kamis (23/6), IHSG menguat 13,956 poin (0,2 persen) ke level 6.998,267.

Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher memperkirakan IHSG menguji di level support 6.886-6.992 dan 7.032-7.066.

“Secara teknikal candlestick membentuk hanging man dengan stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan,” kata Dennies dalam risetnya, Jumat (24/6).

Dennies mengatakan penguatan didukung optimisme pertumbuhan ekonomi setelah Bank Indonesia menetapkan suku bunga tetap rendah. Meski demikian, penguatan hanya bersifat sementara dikarenakan pergerakan masih dibayangi inflasi global.

Sementara itu, pengamat pasar modal dari MNC Asset Management Edwin Sebayang mencermati IHSG akan melanjutkan kenaikannya di akhir pekan dengan penurunan yield obligasi AS dan penguatan Indeks DJIA dikombinasikan dengan kenaikan EIDO sebesar 0,74 persen. Selain itu, sentimen juga didorong naiknya harga beberapa komoditas seperti: CPO sebesar 3,99 persen dan batu bara sebesar 1,29 persen.

“Berlanjutnya penurunan yield Obligasi AS tenor 10 tahun yang mendekati level 3 persen, suatu level terendah selama 2 minggu terakhir yang mengindikasikan peluang terjadinya perlambatan ekonomi menjadi faktor Indeks DJIA rebound dengan menguat sebesar naik 0,64 persen dalam perdagangan Kamis,” ujar Edwin.

Edwin meminta investor untuk waspadai adanya peluang terjadinya aksi profit taking atas saham-saham berbasis komoditas minyak, emas, nikel dan timah setelah turun masing-masing sebesar 0,19 persen, 0,73 persen, 2,25 persen dan 7,29 persen.

Baca Juga:   Didorong Saham Apple, Wall Street Ditutup Menguat 

Edwin merekomendasikan saham ADHI, CPIN, ICBP, EXCL, dan SMGR.

  1. ADHI

Technical Indicators: Buy

Buy: 790

Target Price: 830

Stop-Loss: 750

  1. CPIN

Technical Indicators : Buy

Buy: 5.650

Target Price: 5.925

Stop-Loss: 5.375

  1. ICBP

Technical Indicators: Strong Buy and Overbought

Buy: 9.325

Target Price: 9.775

Stop-Loss: 8.875

  1. EXCL

Technical Indicators: Buy

Buy: 2.670

Target Price: 2.800

Stop-Loss: 2.540

  1. SMGR

Technical Indicators: Buy

Buy: 7.300

Target Price: 7.575

Stop-Loss: 6.950

 

Leave a Comment