Kiat Agar Tak Terjebak Penipuan Robot Trading Abal-Abal

Kabar mengenai penipuan robot trading semakin marak belakangan ini. Mulai dari Fahrenheit, DNA Pro, dan masih banyak lagi yang mengakibatkan para investornya merugi hingga miliaran rupiah. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah semua robot trading itu penipuan? Atau, bagaimana agar kita tak terjebak penipuan robot trading?

Kiat Agar Tak Terjebak Penipuan Robot Trading Abal-Abal

Robot trading sebenarnya merupakan suatu fitur tambahan (add-on) dalam platform trading yang sah dan diakui secara global. Bank-bank dan institusi keuangan dunia terkenal menggunakan robot untuk high frequency trading, sehingga banyak trader ritel yang berkeinginan menggunakan cara yang sama untuk mendapatkan profit lebih besar. Beberapa contoh robot trading paling populer di kalangan trader ritel adalah Expert Advisor pada platform MetaTrader, serta cBot pada platform cTrader.

Robot trading berupa algoritma yang ditulis secara langsung pada platform, atau dalam bentuk ekstensi tertentu yang dapat ditautkan dengan platform. Pengguna robot trading selalu memiliki kendali atas robot tersebut, karena algoritma dapat dimodifikasi dengan berbekal ilmu pemrograman dan ilmu trading yang memadai.

Sayangnya, kemudahan trading menggunakan robot kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Para penipu menggunakan kedok “robot trading” untuk menarik korbannya, tetapi mereka sesungguhnya tak menyediakan robot trading tulen. Kebanyakan kasus penipuan ini hanyalah “money game” yang berkedok robot trading abal-abal.

Ada banyak perbedaan antara robot trading sungguhan dan penipuan robot trading abal-abal yang dapat kita cermati, antara lain:

  1. Robot trading sungguhan berupa file yang mengandung algoritma tertentu, contohnya file berekstensi ex4 dan mq4 untuk robot trading yang akan dioperasikan pada platform MetaTrader (setiap platform trading dapat memiliki teknis pemrograman yang berbeda). Namun, robot trading abal-abal tidak dapat menunjukkan file ini. Para penipu menyebutnya sebagai “robot trading”, tetapi para trader-nya tidak dapat melihat ataupun mengakses algoritma sama sekali.
  2. Robot trading sungguhan tidak dapat menjamin profit secara rutin, melainkan juga bisa rugi seperti trader biasa. Namun, penipu tentu akan berupaya menarik korbannya dengan iming-iming profit dalam jumlah yang fantastis atau bahkan “anti loss“.
  3. Penggunaan robot trading sungguhan akan membutuhkan pengetahuan dalam pemrograman dan trading, atau setidaknya pemahaman tentang cara mengoperasikan platform trading secara mendalam. Namun, penipu selalu menawarkan robot trading sebagai alternatif investasi online yang bisa panen duit hanya dengan rebahan.

Kita dapat menghindari penipuan robot trading dengan mengingat-ingat ketiga poin di atas. Robot trading bukanlah jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan instan dari dunia investasi, melainkan salah satu strategi trading yang lebih cocok untuk trader berpengalaman. Pemula dapat ikut memanfaatkan robot trading juga, tetapi perlu menyisihkan waktu ekstra guna mempelajari dan memahami seluk-beluknya agar tak mudah terjebak oleh iming-iming menyesatkan.

Tagged With :

Leave a Comment