Pada perdagangan Jumat (26/11/2021), Indeks utama Wall street ditutup lebih rendah, dengan Dow dan S&P 500 mengalami persentase penurunan terbesar dalam satu hari. Penyebabnya yakni ancaman dan kekhawatiran atas varian baru COVID-19.
Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 905,04 poin, atau 2,53 persen menjadi 34.899,34. S&P 500 kehilangan 106,84 poin, atau 2,27 persen menjadi 4.594,62. Sementara Nasdaq Composite turun 353,57 poin, atau 2,23 persen menjadi 15.491,66.
Kemudian indeks Russell 2000 yang berfokus di dalam negeri turun 3,67 persen. Baik S&P 500 dan indeks Russell membukukan persentase penurunan terbesar dalam satu hari sejak 25 Februari.
Penurunan terbesar dalam sehari juga dialami NSYE Arca Airline. Indeks NYSE Arca Airline turun 6,45 persen, terbesar sejak September 2020. Hal itu karena saham di United Airlines, Delta Air Lines dan American Airlines anjlok.
Tak hanya perjalanan udara, ekspedisi jalur laut pun terkena dampaknya. Saham operator kapal pesiar Carnival Corp, Royal Caribbean Cruises dan Norwegian Cruise Line masing-masing anjlok lebih dari 10 persen.
Indeks bank S&P 500 turun 3,87 persen karena kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat. Sementara itu sektor energi yang merupakan sektor berkinerja terbaik pada tahun ini, turun 4 persen pada sesi kali ini. Itu menjadi penurunan terbesar dalam lebih dari delapan bulan, karena harga minyak mentah anjlok hingga USD 10 per barel.
Sektor ritel turun 2,04 persen karena Black Friday memulai musim belanja liburan dengan kekhawatiran bahwa varian baru COVID-19 akan menekan traffic toko dan membatasi pasokan.
Dari 11 sektor yang berada di indeks utama S&P, semuanya mengalami penurunan lebih dari 1 persen kecuali sektor kesehatan yang hanya turun 0,45 persen berkat saham Pfizer Inc yang naik 6,11 persen dan ditutup pada rekor tertinggi di USD 54. Saham Moderna Inc meningkat 20,57 persen.
“Ini adalah déjà vu lagi untuk yang kedelapan kalinya,” kata Keith Buchan, manajer portofolio senior di Global Investments di Atlanta.
Walaupun beberapa saham anjlok drastis, pada sesi ini Netflix Inc, Peloton Interactive, dan Zoom Video Communications mencetak kenaikan yang solid.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, laju IHSG akan berada di level support 6.521 dan level tertinggi 6.696 sepanjang perdagangan hari ini. Akhir pekan lalu, Jumat (26/11), IHSG ditutup turun 137,79 poin (2,06 persen) ke posisi 6.561,55.
“Menjelang akhir bulan yang ke sebelas, IHSG masih berpotensi untuk mengalami tekanan dalam jangka pendek, sentimen dari pergerakan market global maupun regional masih akan turut membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” tulis William dalam risetnya, Senin (29/11).
Menurut William, para investor masih dapat melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek dengan memanfaatkan momentum koreksi wajar selama support level terdekat masih dapat dipertahankan. “Hari ini IHSG berpotensi melemah,” ujarnya.
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (*)