Kesepakatan Stimulus Tambahan Makin Dekat, Wall Street Melesat

XM broker promo Hadiah

Ketiga indeks Wall Street naik pada penutupan perdagangan Selasa. Optimisme investor meningkat karena kesepakatan stimulus fiskal tambahan untuk meredam guncangan ekonomi akibat pandemi semakin dekat.

Berdasarkan laporan Reuters, Rabu (21/10), Dow Jones Industrial Average ditutup naik 113,37 poin atau 0,4 persen menjadi 28.308,79, indeks S&P 500 berakhir 16,2 poin lebih tinggi atau 0,47 persen menjadi 3.443,12, dan Nasdaq ditutup 37,51 poin lebih tinggi atau 0,33 persen menjadi 11.516,49.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengatakan pada Selasa malam bahwa dia berharap perjanjian bantuan virus corona dapat diselesaikan pada akhir pekan ini. Pelosi berbicara dengan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, tentang kesepakatan stimulus.

“Saya pikir siapa pun yang terpilih, kami akan mendapatkan stimulus. Berita utama saat ini bersifat jangka pendek. Nantinya, mereka akan berkumpul dan menghasilkan lebih banyak stimulus bagi perekonomian karena semua sektor yang tertinggal sangat membutuhkannya,” kata Brian Reynolds, kepala strategi pasar, di Reynolds Strategy.

Ketidakpastian paket bantuan virus corona telah membebani indeks utama Wall Street di hari Senin. Analis memperkirakan turbulensi pasar meningkat karena hanya tersisa dua pekan dari Pemilu AS.

Sementara itu, Departemen Kehakiman AS dan 11 negara bagian mengajukan gugatan antimonopoli terhadap Google Alphabet Inc, karena diduga melanggar hukum dalam menggunakan kekuatan pasarnya untuk menangkis saingan. Saham Alphabet ditutup naik 1,4 persen.

“Ini seperti mengunci pintu setelah kudanya melesat,” kata Neil Campling, kepala penelitian TMT di Mirabaud Securities di London.

“Google telah mendapatkan posisi monopoli, telah menginvestasikan miliaran dolar AS dalam infrastruktur, AI, teknologi, perangkat lunak, teknik, dan bakat. Anda tidak bisa begitu saja melepaskan satu dekade kemajuan yang signifikan, atau menciptakan pembangkit tenaga listrik alternatif baru atau ekosistem teknologi begitu saja,” lanjutnya.

Baca Juga:   Ciri-ciri Saham yang Harganya akan Turun

Adapun musim laporan laba kuartal ketiga masih terus berjalan. Dari 66 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil, 86,4 persennya melampaui ekspektasi pendapatan, menurut data IBES Refinitiv.

Perusahaan asuransi properti dan kecelakaan, Travelers Cos Inc, naik 5,6 persen karena mengalahkan ekspektasi laba kuartalan. Sementara raksasa produk konsumen, Procter & Gamble Co, naik 0,4 persen karena menaikkan perkiraan penjualan dan pendapatan dalam setahun penuh.

Setelah bel, Netflix Inc turun hampir 6 persen karena hasil pendapatan di kuartal III meleset dari ekspektasi untuk penambahan jumlah pelanggan berbayar. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya persaingan streaming dan kembalinya siaran langsung olahraga ke televisi.

International Business Machines Corp naik tipis dari perkiraan sebelumnya untuk pendapatan kuartalan, didukung oleh permintaan yang lebih tinggi untuk layanan cloud-nya.

Beberapa saham perusahaan lainnya jatuh setelah menerbitkan laporan keuangan di kuartal III, yang tak sesuai prediksi. Hal ini didorong ketidakpastian ekonomi akibat pandemi virus corona.

 

Leave a Comment