Kenaikan harga emas di sesi perdagangan Senin malam ini terbentur oleh menguatnya pasar saham. Harga emas spot naik 0.1 persen ke $1,965.72 per ounce pada pukul 14:50 GMT. Sedangkan harga emas futures tergelincir 0.1 persen ke $1,972.40.

Dolar AS memang terpantau masih lemah hari ini, dengan penurunan menuju terendah sejak Mei 2018 versus mata uang-mata uang lain. Minggu lalu, The Fed memberikan sinyal bahwa pihaknya mengadopsi kebijakan target inflasi rata-rata, dimana inflasi dibiarkan sedikit lebih tinggi dari 2 persen dengan suku bunga yang dijaga rendah.
“Melemahnya Dolar AS dan antisipasi bahwa kita akan mendapati pelemahan mata uang tersebut lebih lanjut, menyebabkan kenaikan kecil pada harga emas,” komentar Jeffrey Sica, analis Circle Squared Alternative Investments.
Akan tetapi, perolehan emas tak serta merta melesat menanggapi kabar yang semestinya suportif tersebut. Pasalnya, sentimen saat ini cenderung pada minat risiko ketimbang penghindaran risiko. “Saat ini, hanya sedikit penghindaran risiko dalam pasar global, yang mana agak membatasi bull logam mulia,” kata Jim Wyckoff dari Kitco Metals.
Saham Sedang Menguat, Emas Masih Cerah
Saham-saham dunia hari ini sedang menanjak ke rekor-rekor tinggi. Para investor bertaruh bahwa dukungan moneter longgar dari bank-bank sentral masih diperlukan demi membantu ekonomi untuk keluar dari krisis karena pandemi. Kendati demikian, analis memperingatkan para trader saham untuk mengantisipasi aksi profit-taking yang mungkin akan terjadi dalam waktu dekat.
“Ada kekhawatiran besar bahwa pasar ekuitas mungkin telah mengalami perpanjangan (penguatan). Oleh karena itu, ada kemungkinan profit-taking akan segera terjadi, sehingga menyebabkan rotasi kembali ke emas.” ungkap Jeffrey Sica lagi.
Pernyataan tersebut diamini oleh Hussen Sayed dari FXTM, “Emas masih akan menjadi salah satu aset yang diuntungkan dari pelemahan Dolar AS. Jadi, kami mengekspektasikan akan kembali menyaksikan level $2000 akan teruji kembali dari beberapa pekan mendatang,”.