Kekhawatiran Suku Bunga Naik Mereda, Wall Street Ditutup Menguat

Wall Street ditutup menguat mengakhiri pekan ketiga Juli 2022. Pada penutupan perdagangan Jumat (15/7/2022), bursa saham Amerika berakhir di zona hijau.

Indeks S&P 500 serta Dow Jones mengakhiri tren penurunan lima hari beruntun. Sebelumnya pada bulan Juni, harga konsumen menunjukkan pertumbuhan tahunan tertinggi sejak 1981.

Hal itu kemudian meningkatkan kemungkinan Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga hingga sebesar 100 basis poin. Kekhawatiran tersebut mereda setelah The Fed memberi sinyal untuk kemungkinan kenaikan suku bunga masih di level 75 basis poin. Alhasil, penjualan saham ritel pun terkerek pada perdagangan Jumat.

Berdasarkan laporan Reuters, Dow Jones Industrial Average tercatat naik 658 poin atau sebesar 2,15 persen menjadi 31.288,3. Sementara S&P 500 naik 72,78 poin atau 1,92 persen menjadi 3.863,16.

Adapun Nasdaq Composite, terkerek 201,2 poin atau 1,8 persen ke level 11.452,4. 11 sektor utama S&P 500 mengakhiri sesi lebih tinggi, dengan saham keuangan mencatatkan persentase kenaikan terbesar sebesar 3,5 persen.

Sejalan dengan itu, musim laporan pendapatan kuartal kedua juga tengah berjalan dengan baik. 35 perusahaan di S&P 500 diketahui telah menyampaikan laporan keuangan.

Volume di wall street atau bursa AS yakni sebanyak 10,26 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,31 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan hari Senin (18/7). Pada perdagangan Jumat pekan lalu, indeks saham melemah 1,31 persen ke level 6.651,905.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengamati pergerakan IHSG masih akan terlihat dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi kenaikan terbatas. Harga komoditas berada dalam kondisi tertekan dapat memberikan sentimen yang kurang baik terhadap pergerakan saham emiten terkait harga komoditas.

“Namun hal ini justru membuka peluang untuk investor melakukan akumulasi beli bagi saham di luar sektor komoditas yang memiliki fundamental solid dan memiliki market cap besar. Hari ini IHSG berpotensi mengalami kenaikan terbatas,” ujar William dalam risetnya, Senin (18/7).

Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG cenderung membentuk pola koreksi triangle apabila masih di atas 6.630 dan kemudian menguat kembali untuk menembus resisten di 6.768.

“Pelemahan menuju level 6.590 diperkirakan menjadi akhir wave dan IHSG tetap berpeluang rebound selama tidak menembus ke bawah support fraktal di 6.560. Berdasarkan indikator MACD dalam kondisi netral,” kata Ivan dalam risetnya, Senin (18/7).

Ivan meramal level support IHSG berada di 6.590, 6.560 dan 6.510. Sedangkan level resistennya di 6.768, 6.815 dan 6.875.

Adapun sejumlah rekomendasi saham dari Ivan yang dapat menjadi pertimbangan investor, yaitu ADRO, KLBF, MDKA, SMRG dan TINS.

  1. ADRO

Recommendation: Buy On Weakness

Target Price: 2.950

Support: 2.720

Resistance: 2.950, 3.050 and 3.180

  1. KLBF

Recommendation: Trading Buy

Target Price: 1.800

Support: 1.615

Resistance: 1.800, 1.850 and 1.950

  1. MDKA

Recommendation: Speculative Buy

Target Price: 3.850

Support: 3.100

Resistance: 3.850, 4.150 and 4.400

  1. SMRG

Recommendation: Buy On Weakness

Target Price: 6.850

Support: 5.850

Resistance: 6.850, 7.000 and 7.150

  1. TINS

Recommendation: Speculative Buy

Target Price: 1.360

Support: 1.175 (daily close)

Resistance: 1.360, 1.420 and 1.500

 

Leave a Comment