Kecemasan Dagang AS-China Membuat Wall Street Anjlok

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada penutupan akhir pekan lalu. Perselisihan AS-China terkait Hong Kong terus memicu kecemasan investor, sementara itu masyarakat yang berbelanja di hari libur Thanksgiving dan Black Friday juga sepi.

Dilansir Reuters, Senin (2/12), Dow Jones Industrial Average turun 112,59 poin atau 0,4 persen menjadi 28.051,41, indeks S&P 500 kehilangan 12,65 poin atau 0,4 persen menjadi 3.140,98, dan indeks Nasdaq turun 39,70 poin atau 0,46 persen menjadi 8.665,47.

Pada Kamis pekan lalu, China mengancam akan membalas Undang-Undang AS yang mendukung pemrotes pro-demokrasi di Hong Kong dengan berbagai cara.

Keesokan harinya, pemerintah AS mengatakan akan memperluas kekuatannya untuk menghentikan pengiriman produk ke Huawei, karena daftar hitam pun dinilai gagal untuk mengakhiri pasokan ke pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia.

Selama bulan lalu, indeks S&P naik 3,4 persen, sementara Dow naik 3,7 persen, dan Nasdaq naik 4,5 persen. Ketiga indeks tersebut mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2019z

Ketiga indeks utama Wall Street mencatatkan rekor tertinggi di awal bulan lalu, ketika harapan kesepakatan dagang fase satu menunjukkan kemajuan.

“Kita akan mendapat data minggu depan, yang akan memberikan indikasi yang lebih baik terhadap penjualan ritel,” kata Jack Janasiewicz, manajer portofolio dan ahli strategi di Natixis Investment Managers Solutions di Boston.

Laporan peritel secara global tahun ini bahkan menunjukkan penjualan yang lebih rendah dibandingkan libur Thanksgiving dan Black Friday sebelumnya. Namun menurut Janasiewics, masyarakat kemungkinan besar beralih ke online sehingga mengurangi keramaian pada hari belanja terbesar di AS itu.

“Apakah orang-orang bangun, berpakaian, keluar, dan berbelanja secara fisik atau mereka hanya berpakaian, pindah ke sofa, menyalakan komputer mereka, dan memesan secara online?” katanya.

Baca Juga:   Wall Street Melesat Setelah Ada Optimisme Perang Dagang

Sektor ritel S&P 500 turun 0,8 persen, dengan Kohl’s Corp (KSS.N) turun 2,7 persen dan Gap (GPS.N) turun 1,8 persen. Hanya peritel Walmart Inc (WMT.N) yang naik 0,3 persen, sementara Costco (COST.O) dan peritel elektronik Best Buy Co Inc (BBY.N) masing-masing turun 0,3 persen

Saham Tech Data Corp (TECD.O) melonjak 12,3 persen, karena perusahaan ekuitas swasta Apollo Global Management (APO.N) menaikkan tawaran untuk distributor peralatan teknologi informasi AS menjadi sekitar USD 5,14 miliar.

Volume perdagangan di Wall Street hanya 3,55 miliar saham, lebih rendah dengan rata-rata 6,86 miliar untuk 20 sesi terakhir.

Tinggalkan sebuah Komentar