Ketiga indeks saham utama Wall Street merosot dari rekor penutupan tertinggi pada hari Selasa (18/11). Bursa saham berakhir lebih rendah karena melonjaknya kasus COVID-1 di AS, meningkatnya ancaman penguncian wilayah, dan data penjualan ritel yang lemah meredam euforia vaksin corona.
Mengutip Reuters, Rabu (18/11), Dow Jones Industrial Average turun 167,09 poin atau 0,56 persen menjadi 29.783,35, indeks S&P 500 kehilangan 17,38 poin atau 0,48 persen menjadi 3.609,53, dan Nasdaq Composite turun 24,79 poin atau 0,21 persen menjadi 11.899,34.
Adapun kenaikan saham pada awal pekan ini dipicu oleh pengumuman Moderna Inc, yang mengatakan kandidat vaksin COVID-19 tampaknya 94,5 persen efektif dalam mencegah infeksi.
Namun lonjakan kasus virus corona baru-baru ini di seluruh AS, membuat para gubernur untuk kembali melakukan pembatasan wilayah demi mencegah virus tersebut tidak terkendali.
Kasus baru COVID-19 di AS bertambah 136 ribu, sehingga total kasus corona di Negeri Paman Sam itu mencapai 11,6 juta orang.
“Ini akan menjadi vaksin versus virus, terus seperti itu sampai kita mencapai titik di mana vaksin itu diluncurkan,” kata Joseph Sroka, kepala investasi di NovaPoint di Atlanta.
Laporan penjualan ritel yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan, pengeluaran konsumen melambat karena mendekati musim belanja liburan akhir tahun serta kurangnya bantuan fiskal dari Washington.
Sementara itu, laporan laba kuartal III sedang dalam tahap terakhir, dengan 465 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerjanya. Dari jumlah tersebut, 84,5 persen telah melampaui perkiraan konsensus, menurut data Refinitiv.
Walmart Inc mengalahkan ekspektasi laba dan membukukan pertumbuhan tahunan sebesar 6,4 persen.
Peritel perbaikan rumah Home Depot Inc juga mengalahkan perkiraan laba dan penjualan kuartalan, karena konsumen menggunakan pembatasan tinggal di rumah untuk fokus pada proyek rumah masing-masing.
Namun, saham Walmart dan Home Depot masing-masing turun 2,0 persen dan 2,5 persen.
Kohl’s Corp melonjak 11,6 persen, setelah jaringan department store itu membukukan laba kuartalan yang mengejutkan dan memperkirakan laba tetap kuat hingga musim liburan mendatang.
Saham Tesla juga melonjak 8,2 persen, setelah Indeks S&P dan Dow Jones mengumumkan akan menambahkan produsen mobil listrik itu ke S&P 500 pada 21 Desember.
Amazon.com Inc meluncurkan apotek online di Amerika Serikat, mengirimkan saham peritel obat saingan Walgreens Boots Alliance Incdan CVS Health Corp masing-masing turun 9,6 persen dan 8,6 persen.
Volume di bursa AS adalah 10,46 miliar saham, lebih besar dibandingkan dengan rata-rata 10,30 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir. (*)