Pada perdagangan Rabu, 10 Januari 2024, bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat karena kenaikan saham-saham megacaps, namun kenaikannya terbatas menjelang laporan inflasi dan pendapatan bank-bank besar di akhir minggu ini.
Dikutip dari Reuters, Kamis (11/1), Dow Jones Industrial Average naik 170,57 poin atau 0,45 persen menjadi 37.695,73. S&P 500 naik 26,95 poin atau 0,57 persen pada 4.783,45 dan Nasdaq Composite naik 111,94 poin atau 0,75 persen menjadi 14.969,65.
Setelah mengakhiri tahun 2023 dengan reli yang kuat, saham-saham sulit mengalami momentum kenaikan dengan S&P 500 hampir tidak positif pada tahun ini karena data ekonomi yang beragam serta komentar pejabat Federal Reserve (The Fed) menyebabkan investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral tahun ini.
Namun kenaikan pada hari Rabu membuat indeks hanya bergerak 0,27 persen dari rekor penutupan 4.796,56 yang dicapai pada 3 Januari 2022.
“Apa yang dilakukan pasar adalah menilai kembali ekspektasi tahun 2024 dalam hal pendapatan dan suku bunga, dan benar-benar mencari alasan untuk membenarkan lonjakan harga yang kita lihat di November dan Desember,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA penelitian di New York.
“Ini semacam pertanda baik bahwa pasar mulai melambat di awal tahun, memberi isyarat investor benar-benar tidak ingin melewatkan hal lain yang bisa memberikan hasil yang baik,” imbuhnya.
Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengatakan masih terlalu cepat untuk menyuarakan penurunan suku bunga karena bank sentral masih memiliki jarak untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen.
Pelaku pasar telah mengurangi ekspektasi menjadi peluang 67,6 persen untuk penurunan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada bulan Maret, berdasarkan FedWatch Tool CME.
DIPREDIKSI MENDATAR
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi sideways atau mendatar pada perdagangan Kamis (11/1). Pada perdagangan Rabu (10/1), IHSG ditutup menguat 27,093 poin atau 0,38 persen ke level 7.227,297.
Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, mengatakan IHSG diperkirakan sideways pada rentang konsolidasi 7.200-7.300. Secara teknikal, MACD membentuk pelebaran negative slope di Rabu yang memperbesar peluang konsolidasi IHSG pada hari ini.
“Dari dalam negeri, ekspektasi Indeks Penjualan Rill (IPR) Desember 2023 pada Rabu (10/1) berada pada 217,9 atau tumbuh 0,1 persen yoy,” kata Valdy, Kamis (11/1).
Realisasi tersebut juga jauh meninggalkan posisi November 2023 di 207,9 yang didorong dari meningkatnya pertumbuhan penjualan bahan bakar kendaraan bermotor serta makanan, minuman, dan tembakau.
“Berbeda dengan domestik, pelaku pasar global mengantisipasi data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan rilis pada Kamis yang berpengaruh besar terhadap kebijakan suku bunga The Fed mendatang,” ujarnya.
Gubernur Bank Sentral Inggris, Andrew Bailey, akan memberikan pidato yang kemungkinan besar akan memberikan beberapa indikasi mengenai jadwal pemangkasan suku bunga di Inggris.
Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan secara garis besar IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji 7.021 hingga 7.111. Namun, dalam jangka pendek IHSG berpeluang menguat untuk menguji ke 7.248 hingga 7.307.
Top picks saham dari Phintraco Sekuritas antara lain buy on support seperti INTP serta dapat mencermati saham ADMR, BTPS, MIKA, ERAA, dan ANTM.