Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed, Wall Street Bervariasi

Jelang pengumuman suku bunga Federal Reserve (The Fed) atau Fed Fund Rate yang diperkirakan kembali meningkat,  Indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, bervariasi.

Mengutip Reuters, Rabu (15/6), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 151,91 poin atau 0,5 persen menjadi 30.364,83, S&P 500 (.SPX) kehilangan 14,15 poin atau 0,38 persen menjadi 3.735,48. Sementara Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 19,12 poin atau 0,18 persen menjadi 10.828,35.

Analis memprediksikan bahwa The Fed akan menaikkan bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan hari ini. Namun, ada kemungkinan The Fed akan menaikkan 75 basis poin (bps), setelah data indeks harga konsumen atau inflasi yang masih tinggi di Mei 2022.

Selain itu, proyeksi Wall Street Journal, termasuk JP Morgan dan Goldman Sachs, memproyeksi ada kemungkinan suku bunga naik 75 bps. Menurut Alat FedWatch CME, investor juga memperkirakan peluang lebih dari 90 persen adanya kenaikan 75 bps.

Di sisi lain, indeks harga produsen (PPI) sedikit lebih rendah dari ekspektasi di Mei 2022. Namun tetap tinggi karena harga bensin melonjak.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 12,49 miliar saham, sedikit lebih rendah dari 20 hari perdagangan terakhir yakni 12,01 miliar saham.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (15/6), menjelang rilis neraca perdagangan dan di tengah isu reshuffle kabinet. Pada perdagangan hari Selasa (14/6), IHSG ditutup naik 54,440 poin (0,78 persen) ke posisi 7.049,882.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG hari ini masih menunjukkan pola gerak sideways di tengah capital inflow yang masih terus terjadi, sedangkan kondisi perekonomian sudah mulai stabil.

Baca Juga:   Cara Beli Saham Online Terpercaya

William menilai, mulai bergeraknya perekonomian tercermin dari laporan kinerja emiten akan turut menopang pola gerak IHSG. Dia memprediksi IHSG hari ini akan berada di rentang 6.898-7.124.

“Namun potensi koreksi terhadap harga komoditas akan membayangi dan dapat memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG, hari ini IHSG berpotensi menguat,” katanya dalam risetnya, Rabu (15/6).

Sementara itu, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher memperkirakan pergerakan IHSG akan berada di level support 6.893-6.971 dan resistance di rentang 7.088-7.127.

“IHSG diprediksi Menguat. Secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low dengan stochastic yang menyempit mengindikasikan potensi rebound,” jelas Dennies.

Kendati Begitu, Dennies berkata penguatan diperkirakan hanya bersifat sementara karena masih ada tekanan inflasi global serta kebijakan suku keputusan suku bunga The Fed.

Dennies pun merekomendasikan untuk membeli saham MIKA, MEDC, dan BIRD, sementara untuk saham TBIG direkomendasikan untuk di-hold.

  1. MIKA

Technical Indicators: Specific Buy

Target Price: 2.780 – 2.830

Entry Level: 2.680 – 2.720

Stop Loss: 2.660

  1. TBIG

Technical Indicators: Hold

Target Price: 2.780 – 2.830

Entry Level: 2.840 – 2.880

Stop Loss: 2.820

  1. MEDC

Technical Indicators: Specific Buy

Target Price: 665 – 680

Entry Level: 625 – 640

Stop Loss: 615

  1. BIRD

Technical Indicators: Specific Buy

Target Price: 1.780 – 1.820

Entry Level: 1.670 – 1.710

Stop Loss: 1.650

 

Leave a Comment