Jelang Musim Laporan Kuartalan, Wall Street Ditutup Melemah

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Senin (11/10/2021), indeks utama Wall Street ditutup melemah. Investor nampak gugup menjelang musim pelaporan pendapatan kuartal ketiga mengakibatkan pelemahan tersebut.

Dikutip dari Reuters, Selasa (12/10), Dow Jones Industrial Average turun 250,19 poin, atau 0,72 persen menjadi 34.496,06. Sedangkan S&P 500 kehilangan 30,15 poin, atau 0,69 persen menjadi 4.361,19 dan Nasdaq Composite turun 93,34 poin, atau 0,64 persen menjadi 14.486,20.

Indeks utama Wall Street awalnya terlihat bergerak naik hingga siang hari, namun kemudian bergerak turun sebelum penutupan.

Saham JPMorgan turun 2,1 persen dan menjadi hambatan terbesar di S&P 500. Begitu juga dengan Amazon.com yang turun 1,3 persen. Sektor keuangan S&P turun 1 persen sementara layanan komunikasi turun 1,5 persen.

Sektor energi juga berakhir lebih rendah setelah mencapai level tertinggi sejak Januari 2020 pada hari sebelumnya. Harga minyak yang lebih tinggi telah memicu kekhawatiran tentang kenaikan biaya untuk bisnis dan konsumen.

Sementara itu, saham Visa Inc. juga tercatat turun 2,2 persen dan saham Mastercard Inc juga turun 2,2 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 8,15 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,9 miliar saham.

MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.336 dan level tertinggi 6.542 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Senin (11/10), IHSG ditutup melemah ke level 6.4(9,69 atau turun 0,34 persen.

“Pergerakan IHSG terlihat sedang melalui fase konsolidasi wajar pasca mengalami kenaikan jangka pendek pada pekan lalu,” tulis William dalam risetnya, Selasa (12/10).

Baca Juga:   Saham Blue Chip, Apa Maksudnya?

Meski demikian, potensi penguatan masih terlihat cukup besar mengingat arus capital inflow yang mulai kembali masuk ke dalam pasar modal Indonesia. Di sisi lain, fluktuasi harga komoditas masih akan memberikan sentimen bagi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

“Sehingga jika terjadi koreksi wajar para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

 

 

Leave a Comment