Investor Yakin The Fed Bakal Turunkan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Menguat

Pada perdagangan Senin (18/12/2023), indeks utama saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup naik. Hal itu ditopang oleh keyakinan investor bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menurunkan suku bunga di tahun 2024.

Mengutip Reuters, Dow Jones naik 90,89 poin ke posisi 14.904,8. Nasdaq Composite naik 21,37 poin menjadi 4.740,56. Sementara S&P 500 bertahan stabil di 37,306.02.

“Pasar sedang menuju ke arah The Fed yang akan mulai menurunkan suku bunganya tahun depan,” kata Ahli Strategi Investasi Nasional di US Bank Wealth Management, Tom Hainlin.

“Data, apakah itu inflasi, belanja konsumen atau pasar tenaga kerja, tidak memburuk terlalu cepat atau berjalan terlalu panas, sehingga skenario Goldilocks terus berjalan,” tambahnya.

Wall Street terus melanjutkan kenaikan selama tujuh minggu berturut-turut, kenaikan mingguan terpanjang S&P 500 sejak 2017.

Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee memperingatkan bahwa bank sentral belum berkomitmen untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan pasar keuangan sudah sedikit maju sehubungan dengan waktu dan tingkat penurunan suku bunga.

Meski begitu, pasar keuangan memperkirakan kemungkinan sebesar 63,4 persen bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan moneter bulan Maret, menurut alat FedWatch CME.

“Masih ada kesenjangan antara investor yang memperhitungkan lima hingga enam pemotongan tahun depan dan The Fed yang menunjukkan tiga pemotongan,” ungkap Hainlin.

“Pasar terus berjalan mendahului The Fed dan tampaknya hal ini menyiratkan bahwa yang penting adalah seberapa banyak pemotongan yang akan dilakukan,” tambahnya.

DITUTUP MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,99 persen atau 71,46 poin ke level 7.119,52 pada perdagangan Senin (18/12). Pada perdagangan hari ini, Selasa (19/12), IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menjelaskan, IHSG mengalami pullback pada perdagangan kemarin karena tertekan oleh aksi jual selektif pada sejumlah saham energy dan basic materials.

“IHSG diperkirakan kembali konsolidatif pada kisaran 7.100 di Selasa,” kata Alrich dalam analisisnya, Selasa (19/12).

Dia menjabarkan konsolidasi tersebut dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku pasar terhadap Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 21 Desember 2023. RDG BI diperkirakan kembali menahan suku bunga acuan di level 6 persen. Akan tetapi, pasar berspekulasi mengenai clue peluang pemangkasan suku bunga acuan di 2024.

Alrich melihat, sejumlah saham di sektor healthcare mulai menguat signifikan di tengah peningkatan dan perkiraan peningkatan kasus baru COVID-19 jelang libur Nataru.

“Saham-saham rate-sensitive yang masih dapat diperhatikan meliputi BBNI, BMRI, BRIS, ASII dan CTRA. Alternatif lain meliputi TLKM, ACES, AMRT, ERAA dan KLBF,” ujar Alrich.

Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan HSG diperkirakan rebound apabila masih di atas 7.041. Penembusan di bawah level tersebut dapat mengonfirmasi awal dari wave iv.

“Level support IHSG berada di 7.041, 7.000 dan 6.965, sementara level resistennya di 7.225, 7.255, 7.300 dan 7.356. Berdasarkan indikator MACD dalam kondisi netral,” kata Ivan.

Saham yang direkomendasikan Ivan untuk speculative buy salah satunya UNVR, yang ditutup melemah di level 3.410 pada Senin kemarin. Ivan menilai UNVR cenderung menguji kembali support fraktal 3.280 dan akan mempertahankan potensi double bottom selama harganya tidak menembus ke bawah level tersebut.

“Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish. Hold atau speculative buy pada rentang harga 3.280-3.320 dengan target harga terdekat di 3.510,” kata Ivan.

Sedangkan saham yang dia rekomendasikan untuk take profit adalah BMRI, yang ditutup menguat di level 5.925 pada Senin kemarin. Dia memperkirakan BMRI masih berada dalam struktur koreksi wave (iv) dan dapat melemah menuju 5.575 apabila tetap di bawah 6.075.

“Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish. Hold atau take profit sebagian di 6.075 sebagai target harga terdekat,” tutur Ivan.

 

 

Leave a Comment