Setelah kerugian minggu lalu seiring investor menunggu laporan inflasi AS pada hari Kamis, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (7/8/2023).
Mengutip Reuters, Selasa (8/8), Dow Jones Industrial Average melonjak 407,51 poin atau 1,16 persen ke level 35.473, menjadi kenaikan satu hari terbesar sejak 15 Juni.
Sementara itu, S&P 500 naik 40,41 poin atau 0,9 persen ke 4.518,44. Nasdaq Composite bertambah 85,16 poin atau 0,61 persen ke 13.994,40.
Indeks saham utama ditutup lebih rendah pekan lalu karena investor mengambil keuntungan setelah berbulan-bulan akibat kekhawatiran dengan data ekonomi, pendapatan beragam serta pergerakan yield obligasi.
Saham AS mengalami reli tajam tahun 2023, ditandai S&P 500 naik 17,7 persen. Kenaikan ini didorong optimisme soal kecerdasan buatan dan soft landing untuk ekonomi terbesar dunia.
Nasdaq menutup kerugian beruntun empat sesi, menandingi rekor negatif terpanjangnya tahun ini. Hal ini menghadapi Tesla yang anjlok 0,9 persen setelah perusahaan kendaraan listrik Vaibhav Taneja menggantikan Zachary Kirkhorn selaku kepala keuangan.
S&P 500 juga menghentikan penurunan selama empat sesi. Hal ini berdampak ke pelonggaran awal Mei dan Februari.
“Saya berpendapat anda memiliki banyak orang yang mungkin mencari uang untuk bekerja, karena mereka benar-benar melewati banyak reli ini, sehingga akan membatasi penurunan,” ujar Jack Janasiewicz, ahli strategi portofolio di Natixis Investment Managers.
Sementara perdagangan Agustus lebih lambat dibandingkan liburan musim panas secara musiman, agenda dan rilis data masih menjadi alternatif pemikiran baru bagi investor.
Pada hari Kamis, laporan harga konsumen AS terbaru diharapkan memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan moneter Federal Reserve, setelah laporan ketenagakerjaan hari Jumat memicu kekhawatiran bahwa bank sentral dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk lebih lama.
Presiden Fed New York John Williams, anggota pemungutan suara hari ini, memprediksi suku bunga akan menurun awal 2024 sesuai laporan. Sedangkan Gubernur Michelle Bowman mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target level 2 persen.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Selasa (8/8). Pada perdagangan Senin (7/8), IHSG ditutup naik 33,524 poin atau 0,49 persen ke level 6.886,336.
Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan bersamaan dengan rebound Senin (7/8), Stochastic RSI membentuk golden cross pada oversold area. Dengan pergerakan tersebut, IHSG mempertahankan posisinya di atas MA20 dan menjaga potensi bullish continuation.
“IHSG diperkirakan kembali uji resistance 6.930-6.950 di Selasa. Sentimen positif paling utama berasal dari realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang jauh lebih baik dari perkiraan di kuartal II 2023,” ujar Alrich, Selasa (8/8).
PDB Indonesia tumbuh 5,17 persen yoy di kuartal II 2023, naik dari 5,04 persen yoy di kuartal I 2023 dan jauh lebih baik dari perkiraan di 4,93 persen yoy. Dengan demikian, sudah 2 kuartal berturut-turut realisasi pertumbuhan ekonomi berada di atas ekspektasi.
Masih dari data ekonomi domestik, kata Alrich, Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2023.
“Sebagai informasi, rata-rata IKK indonesia berada di atas 125 sepanjang Januari-Juli 2023. IKK di atas 100 menunjukan kondisi confidence,” tuturnya.
Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG pun masih cenderung sideways dan cermati area support terdekat di 6.834.
“Apabila IHSG masih mampu berada di atas area tersebut, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave v dari wave (a) dari wave [iii] pada label biru, sehingga IHSG masih cenderung uptrend untuk membentuk wave v ke rentang 6.966-7.013,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Namun, apabila break 6.834 maka IHSG rawan melanjutkan koreksinya kembali ke rentang 6.793-6.820 untuk membentuk wave iv dari wave (a) dari wave [iii].
Berikut adalah rekomendasi saham dari MNC Sekuritas, yaitu HRTA, MEDC, PGAS, dan PNLF.
- HRTA – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 436-460
Target Price: 500, 550
Stop loss: below 406
- MEDC – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 1.045-1.060
Target Price: 1.160, 1.255
Stop loss: below 1.025
- PGAS – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 1.365-1.390
Target Price: 1.430, 1.455
Stop loss: below 1.355
- PNLF – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 298-308
Target Price: 326, 348
Stop loss: below 286