Investor Tetap Khawatir Suku Bunga Naik, Meski Wall Street Bangkit dari Keterpurukan

Di akhir pekan lalu, ketiga indeks Wall Street kompak menguat. Pasar saham kembali dipimpin Saham teknologi. Dow Jones Industrial Average naik 1,85 persen menjadi 31.496,3 poin, sedangkan S&P 500 naik 1,95 persen menjadi 3.841,94. Nasdaq Composite naik 1,55 persen menjadi 12.920,15.

Berdasarkan laporan Reuters, Senin (8/3), selama pekan lalu, S&P 500 naik 0,8 persen dan Dow bertambah 1,8 persen, sementara Nasdaq kehilangan 2,1 persen.

Ketiga indeks utama bangkit kembali dari keterpurukan pada hari sebelumnya. Namun investor masih mengkhawatirkan kenaikan suku bunga, meskipun diimbangi optimisme ekonomi yang kembali tumbuh.

Saham Microsoft naik 2,15 persen, berhasil meningkatkan saham S&P 500 lebih dari saham lainnya, dengan meningkatkan juga keuntungan di Alphabet, Apple, dan Oracle

Tolok ukur imbal hasil AS atau US Treasury tenor sepuluh tahun mencapai level tertinggi 1,626 persen, setelah gaji karyawan non-pertanian meningkat 379.000 pekerjaan selama bulan lalu, melampaui perkiraan ekonom yang naik 182.000 pekerjaan.

Kenaikan suku bunga secara tidak proporsional itu dinilai merugikan perusahaan teknologi. Investor berharap, pendapatan dapat meningkat di tahun-tahun mendatang, namun suku bunga yang tinggi dapat menggerus pendapatan investor tersebut.

Selain itu, investor juga tetap memperhatikan bantuan fiskal USD 1,9 triliun dan penetapan sejumlah amandemen agar uang itu bisa langsung dibelanjakan.

Jake Dollarhide, kepala eksekutif Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, mengatakan perusahaannya dalam beberapa hari terakhir telah membeli saham di beberapa perusahaan yang sedang berkembang, yang harganya telah terpukul dalam aksi jual baru-baru ini.

“Minggu depan, saya memperkirakan volatilitas akan berlanjut, dengan banyak peluang, dengan hal-hal tertentu yang dijual berpotensi rebound,” kata Dollarhide.

Volume di bursa AS adalah 17,4 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 15,3 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment