Investor Optimistis Kesepakatan Plafon Utang AS, Wall Street Berakhir Positif

XM broker promo bonus

Pada penutupan perdagangan Rabu (6/10/2021) waktu Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir positif. Dipicu optimisme investor terhadap kesepakatan plafon utang AS, tiga indeks utamanya menghijau.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,3 persen menjadi 34.416,99 poin, S&P 500 (.SPX) naik 0,41 persen menjadi 4.363,55, dan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 0,47 persen menjadi 14.501,91.

Dilansir dari Reuters, Kamis (7/10), investor yakin Kongres Partai Demokrat dan Partai Republik dapat mencapai kesepakatan mencegah gagal bayar (default) utang pemerintah.

Senat AS dari Partai Republik Mitch McConnell mengatakan, partainya akan mendukung perpanjangan plafon utang federal hingga Desember. Ini akan mencegah default historis yang akan menimbulkan korban ekonomi yang besar.

“McConnell membuat beberapa komentar dovish tentang perpanjangan plafon utang untuk sementara. Itu akan ditafsirkan dalam jangka pendek sebagai hal yang positif,” kata Jay Hatfield, pendiri dan manajer portofolio di Infrastructure Capital Advisors.

Menurut Hatfield, tawaran McConnell dapat memberikan jalan keluar untuk kebuntuan selama berbulan-bulan antara Presiden Joe Biden dan McConnell. Diperkirakan pada Rabu memblokir upaya ketiga oleh Senat Demokrat untuk menaikkan plafon utang USD 28,4 triliun.

Saham raksasa teknologi seperti Amazon dan Microsoft, keduanya naik lebih dari 1 persen setelah benchmark hasil Treasury 10 tahun AS mundur dari level tertingginya dalam tiga bulan terakhir.

Sementara itu, laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan jumlah pekerjaan swasta, yang dilihat dari gaji, meningkat 568.000 pekerjaan bulan lalu. Realisasi ini lebih tinggi dari proyeksi ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang memperkirakan kenaikan hanya 428.000 pekerjaan.

“Data pasar tenaga kerja yang positif datang dengan implikasi bahwa The Fed dapat memperketat kebijakan dengan lebih cepat. Tetapi fakta bahwa jumlah perekrutan meningkat tidak boleh diabaikan. Ini jelas merupakan hal baik untuk pemulihan,” kata Mike Lowengart, direktur pelaksana dan strategi investasi di E*TRADE Financial.

Baca Juga:   Wall Street Menguat Setelah Ada Kesepakatan Dagang AS-China

Data ketenagakerjaan yang lebih komprehensif akan dirilis pada Jumat. Diperkirakan akan memperkuat kasus perlambatan pembelian aset Bank Sentral AS The Fed.

Sektor energi S&P 500 (.SPNY) turun lebih dari 1 persen, menjadi kinerja terlemah di antara 11 indeks sektor di tengah tingginya harga minyak dunia.

American Airlines Group (AAL.O) turun 4,33 persen, setelah Goldman Sachs memangkas peringkat maskapai menjadi “jual” dari “netral.” Saham pembuat baja Nucor Corp (NUE.N) turun 2,75 persen, setelah Goldman Sachs juga menurunkan peringkatnya menjadi “netral” dari “beli.”

Harga Batu Bara Anjlok

Harga batu bara anjlok 15,71 persen menjadi USD 236 per ton pada Rabu (6/10) malam di pasar ICE Newcastle (Australia). Amblasnya harga batu bara dalam semalam ini merupakan kejatuhan yang terdalam setelah akhir-akhir ini naik terlalu tinggi yang diprediksi akan mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Di sisi lain, investor global optimistis kesepakatan plafon utang USD 28,4 triliun dalam rapat senat di AS. Lalu, bagaimana dengan IHSG hari ini?

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan setelah cuan didapat cukup besar menyusul “menggilanya” kenaikan harga batu bara beberapa waktu kemarin, kini saatnya untuk cuci barang, alias jualan saham dari emiten berbasis komoditas tersebut.

Penyebabnya karena harga batu bara Newcastle Port delivery November turun tajam sebesar -15.71 persen. Selain batu bara, harga minyak mentah WTI juga anjlok 2,60 persen dan gas bumi amblas 8 27 persen.

“Di lain pihak, IHSG diperkirakan masih berpeluang menguat menyusul kembali naiknya Indeks DJIA semalam sebesar +0.30 persen diikuti EIDO naik +1.99 persen serta naiknya harga beberapa komoditas seperti CPO +2.68 persen & Timah +0.57 persen,” kata Edwin dalam risetnya, Kamis (7/10).

Baca Juga:   Wall Street Ditutup Melesat setelah Eksperimen Vaksin Corona Tunjukkan Kemajuan

MNC Sekuritas meramal IHSG bergerak di level 6.370 hingga 6.464. Sementara itu, Direktur Utama Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya meramal IHSG berada di level 6.272-6.423.

Menurutnya, perjalanan kenaikan IHSG hingga saat ini masih bersifat teknikal rebound, jelang rilis data perekonomian hari ini yang akan dilansir. Cadangan devisa yang disinyalir masih akan berada dalam kondisi stabil akan turut memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG.

“Saat ini IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jangka pendeknya, hal ini juga ditopang oleh mulai kembalinya capital inflow yang melaju signifikan masuk ke pasar modal. Hari ini IHSG berpotensi bergerak pada zona hijau,” terang dia.

Berikut rekomendasi saham yang layak dicermati: BBNI, BBCA, ASII, UNVR, LSIP, TLKM, dan JSMR.

 

Leave a Comment