PADA perdagangan Senin (25/7/2022), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup fluktuatif dan hampir tidak mengalami perubahan. Para investor yang bersiap untuk kenaikan suku bunga bank sentral The Fed minggu ini memicu hal tersebut.
Mengutip dari Reuters, Selasa (26/5), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 90,75 poin atau 0,28 persen menjadi 31.990,04, S&P 500 (.SPX) naik 5,21 poin atau 0,13 persen menjadi 3.966,84 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 51,45 poin atau 0,43 persen menjadi 11.782,67.
Adapun, Indeks Nasdaq mengakhiri perdagangan dengan lebih rendah. Selain itu, teknologi S&P 500 dan consumer discretionary memimpin penurunan di antara sektor-sektor S&P utama. Hal ini juga diikuti oleh sektor energi yang mengalami kenaikan seiring dengan harga minyak.
“Saat ini kami hanya dalam pola bertahan menunggu semua perkembangan itu terjadi,” ujar Kepala Strategi Pasar JonesTrading, Michael O’Rourke di Stanford.
The Fed diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Rabu mendatang, di mana terjadi pertemuan kebijakan moneter. Ini menandai juga akhir dari dukungan selama wabah pandemi COVID-19 terhadap ekonomi AS.
Ketua The Fed, Jerome Powel mengatakan, pengumuman kenaikan suku bunga menjadi kunci, karena beberapa investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga yang agresif dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.
Tidak hanya itu saja, minggu ini juga diperkirakan akan menjadi yang tersibuk dalam periode pelaporan kuartal kedua. Pasalnya, hasil dari sekitar 170 perusahaan S&P 500 akan dirilis.
Microsoft Corp dan Google-parent Alphabet akan melaporkan pada hari Selasa. Sementara, Apple Inc dan Amazon.com Inc telah dijadwalkan pada Kamis besok.
“Ini adalah musim pendapatan yang penting bagi pasar, terutama mengingat upaya (baru-baru ini) oleh Nasdaq untuk naik lebih tinggi,” kata Kepala Strategi Global LPL Financial, Quincy Krosby di Charlotte.
Seiring dengan inflasi dan kenaikan suku bunga, investor juga khawatir mengenai dampak hambatan mata uang dan masalah rantai pasokan yang masih ada bagi perusahaan di musim pendapatan ini.
MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah dalam perdagangan hari ini, Selasa (26/7). Pada perdagangan sebelumnya Senin (25/7), IHSG ditutup melemah 0,41 persen di level 6,858.40.
Research Analyst Artha Sekuritas, Dennies Christopher mengatakan, IHSG diprediksi melemah. IHSG akan menguji di level 6,841-6,824 di resistance 6,924-6,891.
“Secara teknikal candlestick membentuk long black body dengan stochastic membentuk deadcross mengindikasikan potensi pelemahan,” kata Dennies dalam prediksinya, Selasa (26/7).
Di sisi lain, dia menjelaskan, investor akan cenderung konservatif untuk mengantisipasi kebijakan suku bunga The Fed yang akan ditetapkan pada tengah pekan ini.
Dennies merekomendasikan saham MNCN dan WIKA untuk dibeli dalam perdagangan hari ini.
Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya meramal IHSG akan menguat secara terbatas pada perdagangan hari ini di rentang 6786-6901.
“Perkembangan pergerakan IHSG masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi penguatan terbatas,” kata William dalam prediksinya.
Menurut dia, laporan kinerja emiten sepanjang semester satu, serta capital inflow yang telah tercatat secara year to date (Ytd) masih akan menjadi salah satu faktor penunjang dari pergerakan IHSG saat ini.
Saham-saham yang direkomendasikan William adalah BSDE, CTRA, PWON, ASRI, UNVR, HMSP, BBCA, TLKM, BBRI. (*)