Tiga indeks utama Wall Street ditutup pada rekor tertinggi pada perdagangan Kamis. Investor semakin optimistis tentang paket stimulus fiskal, yang dapat membantu mengurangi tekanan akibat pandemi COVID-19.
Mengutip Reuters, Jumat (18/12), Dow Jones Industrial Average naik 0,49 persen menjadi berakhir pada 30.301,79 poin. Sedangkan S&P 500 naik 0,57 persen menjadi 3.722,43, serta Nasdaq naik 0,84 persen menjadi 12.764.
Partai Republik dan Demokrat semakin dekat untuk menyetujui bantuan stimulus fiskal, sebagai tanggapan terhadap krisis yang telah menewaskan hampir 309.000 orang Amerika dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.
Investor memprediksi stimulus fiskal akan segera terbit, setelah pekan lalu data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran naik signifikan. Hal itu sejalan dengan angka penjualan ritel AS yang turun di November, karena pengeluaran konsumen tetap terbatas.
“Ini semua tentang stimulus dan ekspektasi menuju kesepakatan,” kata Ryan Giannotto, direktur penelitian di GraniteShares di New York City.
Perkembangan vaksin corona juga turut mengangkat optimisme pasar. Moderna Inc menunggu persetujuan AS untuk mendistribusikan vaksin COVID-19 di negara tersebut.
Sektor dengan kinerja terbaik, seperti teknologi, justru berisiko mengalami kemunduran. Sementara beberapa sektor yang tidak disukai, seperti keuangan dan energi, justru mendapatkan perhatian baru karena investor mulai mencari penawaran.
Induk Google, Alphabet, merosot setelah 38 negara bagian dan teritori AS mengajukan keluhan antitrust, yang menuduh Google mencoba memperluas monopoli pencariannya untuk mendominasi speaker pintar, televisi, dan mobil.
Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 9,9 miliar saham, lebih rendah dari rata-rata 11,4 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.