Investor Menanti Hasil Pertemuan The Fed, Wall Street Bervariasi

Pada penutupan perdagangan Selasa (16/3/2021), tiga indeks utama di Wall Street bervariasi. Saham energi dan industri, serta menanti hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral AS, Federal Reserve hari ini membebani investor.

Melansir Reuters, Rabu (17/3), Dow Jones Industrial Average turun 0,39 persen menjadi berakhir pada 32.825,95 poin, sedangkan S&P 500 turun 0,16 persen menjadi 3.962,71. Sementara Nasdaq naik tipis 0,09 persen menjadi 13.471,57.

Pasar saham AS tidak memiliki arah hampir sepanjang hari, setelah S&P 500 dan Dow ditutup pada rekor tertinggi pada hari Senin.

Wall Street baru-baru ini mendapat keuntungan dari optimisme paket stimulus fiskal USD 1,9 triliun dan upaya vaksinasi yang sedang berlangsung. Hal ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi sedang menuju pemulihan.

Pada saat yang sama, kekhawatiran tentang ekonomi yang terlalu cepat pulih dan kenaikan suku bunga telah meningkatkan pengawasan investor terhadap The Fed.

Para pembuat kebijakan diharapkan menaikkan proyeksi ekonomi, sementara kebijakan juga diharapkan tetap akomodatif di masa mendatang.

Nasdaq berakhir lebih tinggi. Didorong oleh kenaikan Apple Inc sebesar 1,3 persen, setelah Evercore ISI menaikkan target harga pada saham pembuat iPhone ke level tertinggi di antara analis yang meliput perusahaan, menurut data Refinitiv.

Pengukur ketakutan Wall Street mencapai level terendah dalam lima minggu di 19,68 poin. Namun kenaikan dalam imbal hasil US Treasury 10-tahun menjadi 1,62 persen menghentikan antusiasme untuk saham-saham dengan pertumbuhan tinggi. Benchmark US Treasury 10 tahun itu mencapai tertinggi, menyusul tenor 13-bulan pada pekan lalu.

Sementara itu, investor pun sudah mulai meningkatkan alokasi kas mereka, menganggap bahwa inflasi dan taper tantrum dapat menggulingkan rekor di pasar keuangan, berdasarkan survei fund manager BofA pada Maret 2021.

“Pertemuan Fed ini adalah salah satu pertemuan terpenting bagi pasar dalam waktu yang lama. Ini adalah yang pertama kami alami, setelah kenaikan tingkat inflasi baru-baru ini dan kekhawatiran tentang inflasi ke depan,” kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta.

Data menunjukkan penjualan ritel turun lebih dari yang diharapkan pada Februari 2021, akibat cuaca yang sangat dingin di seluruh wilayah AS. Laporan lain menunjukkan badai musim dingin di Texas menyebabkan penurunan produksi pabrik di AS pada bulan lalu.

Indeks energi S&P 500 jatuh hampir 3 persen setelah penurunan harga minyak, begitu juga sektor keuangan dan industri juga jatuh lebih dari 1 persen. Sementara indeks layanan komunikasi dan teknologi keduanya naik lebih dari 0,7 persen.

Ford Motor Co turun 5,4 persen setelah mengumumkan kesepakatan utang senilai USD 2 miliar.

Volume di bursa saham Amerika adalah 12,2 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 14,4 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment