PADA penutupan perdagangan Rabu (30/6/2021), ndeks utama Wall Street bervariasi. Perekonomian yang positif di kuartal II tahun ini membuat investor tetap pede. Namun mengkhawatirkan laporan ketenagakerjaan yang nantinya bisa terlalu kuat dan akan mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve.
Berdasarkan laporan Reuters, Kamis (1/7), Dow Jones Industrial Average naik 210,22 poin atau 0,61 persen menjadi 34.502,51, indeks S&P 500 naik 5,7 poin atau 0,13 persen menjadi 4.297,5, sementara Nasdaq Composite turun 24,38 poin atau 0,17 persen menjadi 14.503,95.
Ketiga indeks membukukan kenaikan selama lima kuartalan berturut-turut. Pada kuartal II ini, S&P naik 8,2 persen, Nasdaq naik 9,5 persen, dan Dow naik 4,6 persen. S&P 500 mencatat kinerja paruh pertama terbaik kedua sejak 1998, naik 14,5 persen.
Sektor swasta diperkirakan bertambah 692.000 pekerjaan baru selama Juni 2021, melampaui proyeksi sebelumnya. Angka tersebut juga lebih tinggi 92.000 dari perkiraan gaji swasta yang diprediksi oleh para ekonom. Adapun data resmi jumlah tenaga kerja baru akan dirilis Departemen Tenaga Kerja pada Jumat ini.
Boeing Co naik 1,6 persen, setelah Kementerian Pertahanan Jerman mengumumkan akan membeli lima pesawat kontrol maritim P-8A, menyusul United Airlines yang mengumumkan pesanan terbesarnya untuk pesawat baru.
Walmart melonjak 2,7 persen, setelah mengumumkan bahwa mereka akan mulai menjual analog insulin. Sementara Micron Technology naik 2,5 persen menjelang rilis pendapatan kuartalannya.
Volume di bursa AS adalah 10,85 miliar saham, masih di bawah rata-rata 11,05 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Pada perdagangan kemarin, Rabu (39/6), IHSG ditutup menguat tipis ke level 5,985.48 atau naik 0,61 persen.
Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan, mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 5.921 dan level tertinggi 6.043 di sepanjang perdagangan hari ini.
Adapun IHSG diprediksi melemah karena terbebani rencana pemerintah menerapkan PPKM Darurat di 6 provinsi. Meski belum efektif berlaku namun rencana tersebut dikhawatirkan investor akan menghambat pemulihan ekonomi.
“IHSG diprediksi melemah. Pemerintah telah merencanakan pengetatan PPKM Mikro yang diyakini akan memperlambat pemulihan ekonomi,” tulis Dennies dalam risetnya, Kamis (1/7). Selain itu menurutnya, pergerakan IHSG masih akan dibayangi kekhawatiran kasus harian COVID-19 yang Kembali naik signifikan.
Sementara itu, Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan kenaikan IHSG kemarin masih bersifat teknikal rebound. Sehingga potensi kenaikan lanjutan masih mungkin terjadi mengingat IHSG terlihat cukup kuat menjaga support level terdekatnya.
Di sisi lain, data perekonomian tingkat inflasi yang akan dirilis hari ini juga turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak pada zona hijau,” ujarnya.
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) PT Astra International Tbk (ASII) PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) PT Gudang Garam Tbk (GGRM) PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).