Pada perdagangan hari Kamis (9/3), ndeks Saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup merosot. Pergerakan saham perbankan dan kegelisahan investor menjelang laporan ketenagakerjaan mempengaruhi hal tersebut. Sementara imbal hasil treasury turun di tengah tanda-tanda kebijakan pembatasan Federal Reserve mulai berfungsi.
Dikutip dari Reuters, Jumat (10/3), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 543,54 poin atau 1,66 persen menjadi 32.254,86. S&P 500 (.SPX) kehilangan 73,69 poin atau 1,85 persen menjadi 3.918,32, dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 237,65 poin atau 2,05 persen menjadi 11.338,36.
Penurunan terbesar terjadi pada S&P 500 yang berasal dari sektor keuangan (.SPSY) diikuti oleh teknologi informasi (.SPLRCT). Indeks keuangan mengakhiri hari turun 4 persen, ini persentase penurunan satu hari terdalam sejak Juni 2020. Sub-sektor bank S&P (.SPXBK) berubah negatif untuk year-to-date pada hari Kamis kemarin, turun 4,7 persen sejauh ini untuk 2023.
Ketiga indeks saham utama AS turun antara 1,7 persen dan 2,1 persen setelah pemberi pinjaman SVB Financial Group (SIVB.O) mengumumkan penjualan saham senilai USD 1,75 miliar untuk menopang neracanya. Hal ini memicu aksi jual luas karena investor bersiap untuk data pekerjaan Februari yang ditunggu-tunggu oleh Departemen Tenaga Kerja.
“Investor memposisikan dengan hati-hati menjelang laporan gaji besok,” kata ahli strategi investasi nasional di US Bank Wealth Management, Tom Hainlin.
“Laporan pekerjaan yang kuat dapat dirasakan oleh investor bahwa ekonomi masih kuat dan Fed harus lebih agresif,” sambung Tom.
Data yang dirilis pada hari Kamis (9/3), menunjukkan klaim pengangguran AS naik 11 persen pada minggu lalu. Ini menjadi peningkatan terbesar dalam lima bulan. Sementara PHK yang direncanakan untuk Februari melonjak empat kali lipat secara tahunan.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Jumat (10/3). Pada perdagangan Kamis (9/3), IHSG berakhir di zona hijau atau naik 23,425 poin (0,35 persen) ke posisi 6.799,795.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pergerakan IHSG menjelang akhir pekan kedua di Maret 2023 ditunjang faktor data perekonomian yang cukup stabil.
Ia menilai prospek pertumbuhan kinerja emiten juga berpotensi terus membaik. Selain itu, kondisi ini juga ditunjang oleh mengalirnya capital inflow yang telah tercatat secara ytd masuk ke dalam pasar modal Indonesia.
“Hal ini tentunya masih akan terus menarik bagi investor untuk dapat melakukan investasi di dalam pasar modal Indonesia. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” tulis William dalam risetnya, Jumat (10/3).
Saham yang direkomendasikan William adalah ASRI, BBCA, BBRI, BBNI, BINA, JSMR, UNVR, ICBP, HMSP dan WTON.
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan support IHSG di posisi 6.728 dan. 6,688. Kemudian, resistance berada di level 6.890 dan 6.961. “IHSG ditutup menguat 0,3 persen ke 6,799 namun penguatannya tertahan oleh MA60,” tulis MNC Sekuritas.
Menurutnya, posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang membentuk wave b dari wave (b) sehingga IHSG akan menutup gap yang berada di rentang 6.776-6.794 terlebih dahulu. Selama masih mampu bertahan di atas 6.728, maka IHSG berpeluang menguat kembali di 6.817-6.845.
“Namun waspadai akan koreksi yang cukup dalam dari IHSG untuk membentuk wave (y) dari wave [ii] untuk menguji 6.712 dan akan lebih terkonfirmasi bila break support 6.728,” tambahnya.
Saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas adalah ASII, BBTN, TBIG dan TLKM.