Pada perdagangan Kamis (17/8/2023), indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup anjlok. Hal itu disebabkan kekhawatiran investor akan suku bunga yang tinggi dalam waktu lama.
Mengutip Reuters, Jumat (18/8) S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,77 persen menjadi 4.370,36. Nasdaq Composite (.IXIC) turun 1,07 persen menjadi 13.330,88. Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,84 persen menjadi 34.474,83.
Di sisi lain, tingginya harga minyak ikut mendorong kenaikan saham Exxon Mobil (XOM.N) dan Chevron (CVX.N) masing-masing sebesar 1,9 persen dan 1,7 persen.
“Saham mungkin berombak dalam waktu dekat sementara kami menunggu pendapatan naik atau imbal hasil turun,” kata Kepala Strategi Ekuitas di LPL Financial, Jeffrey Buchbinder.
Adapun berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja, terjadi penurunan pengangguran. Hal itu menandakan pasar tenaga kerja tetap ketat.
“Pertemuan Fed yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan memprioritaskan pertempuran melawan inflasi. Ini menambah ketidakpastian tentang jalur suku bunga bank sentral,” tulis laporan tersebut.
DIPROYEKSI WAJAR
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami konsolidasi wajar pada perdagangan hari ini, Jumat (18/8). Pada penutupan perdagangan Rabu (16/8), IHSG melemah 0.21 persen di level 6900.538.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya mengatakan, IHSG akan berada di rentang 6821 – 6954. Menurut dia, pola pergerakan IHSG sepanjang pekan pendek terlihat masih berada dalam fase konsolidasi. Di tengah maraknya rilis kinerja emiten.
“Capital inflow yang tercatat secara ytd yang masih terjadi ke dalam pasar modal juga turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG saat ini, hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William dalam prediksinya, Jumat (18/8).
Saham yang direkomendasikan William adalah TLKM, KLBF, UNVR, ASRI, PWON, JSMR, BBCA, BBNI, DMAS, TBIG.
Sementara itu, Analisis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, memproyeksi
IHSG kemungkinan menguji zona support 6.823-6.839 dan diperkirakan akan segera rebound apabila tetap di atas 6823. Meski begitu, penembusan di bawah 6.823 akan membuka jalan untuk menguji garis SMA-50 dan support Fibonacci di level 6.794. Level support IHSG berada di 6.823, 6.794 dan 6.753, sementara level resistennya di 6.938, 6.970 dan 7.015.
“Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish,” kata Ivan.
Ivan merekomendasikan investor melakukan buy on weakness saham INDF. INDF akan menguji support Fibonacci 6800 sebagai target wave (iv) apabila harga penutupan di bawah 6975.
“INDF diperkirakan akan rebound selama harga tetap di atas 6800,”ungkap Ivan.
Tak hanya itu, Ivan juga merekomendasikan buy on weakness saham MDKA. Sebab, MDKA saat ini dalam
pembentukan wave [b] dan akan rebound segera untuk memulai struktur wave [c] naik menurut skenario alternatif apabila tetap di atas 3110.
“Hold atau buy weakness pada rentang harga 3080-3150 dengan target harga terdekat di 3400,” ujarnya.