Investor Khawatir Resesi Ekonomi Terjadi Kembali, Wall Street Anjlok

Pada perdagangan Kamis (16/5),  Indeks utama Wall Street ditutup anjlok karena aksi jual secara luas. Kekhawatiran resesi ekonomi menyusul kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,75 persen dan diikuti oleh bank sentral lain di dunia memicu hal tersebut.

Dikutip dari Reuters, Jumat (17/6), Dow Jones Industrial Average turun 741,46 poin, atau 2,42 persen, menjadi 29.927.07, S&P 500 kehilangan 123,22 poin, atau 3,25 persen, menjadi 3.666,77 dan Nasdaq Composite turun 453,06 poin, atau 4,08 persen, menjadi 10.646,10.

Masing-masing dari 11 sektor S&P utama ditutup lebih rendah, meskipun bahan pokok konsumen defensif mengungguli pasar yang lebih luas seperti WalMart, General Mills, dan Procter & Gamble. Hanya 14 komponen S&P 500 yang berakhir lebih tinggi untuk sesi tersebut.

Saham pertumbuhan terpukul keras dengan indeks pertumbuhan S&P (.IGX) turun 3,75 persen sementara Nasdaq Composite mengalami penurunan kelima sebesar 4 persen atau lebih sejak awal Mei.

Adapun kenaikan suku bunga oleh Swiss dan Inggris kemarin menyalakan kembali kekhawatiran bahwa upaya bank sentral untuk mengekang inflasi dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat di seluruh dunia atau resesi.

Sementara itu, harapan The Fed bisa memulihkan ekonomi juga memudar. Analis Wells Fargo melihat peluang resesi yang lebih besar dari 50 persen. Bank lain yang juga memperingatkan peningkatan risiko resesi yaitu Deutsche Bank dan Morgan Stanley.

Hal ini membuat Indeks acuan S&P 500 telah merosot sekitar 23 persen year-to-date (yoy) dan baru-baru ini mengkonfirmasi pasar bearish dimulai pada 3 Januari, sementara Dow Industrials berada di titik puncak untuk mengkonfirmasi pasar bearishnya sendiri.

Indeks volatilitas CBOE (.VIX), dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik sedikit di bawah level tertinggi dalam satu bulan di 35,05. Banyak analis menunggu VIX mencapai 40 sebagai salah satu sinyal bahwa tekanan jual mungkin mencapai puncaknya.

Baca Juga:   Wall Street Lanjutkan Penguatan Setelah Data Ekonomi Global Stabil

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Jumat (17/6). Pada perdagangan Kamis (16/6), IHSG ditutup menguat 43,276 poin (0,52 persen) ke level 7.050,326.

Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher memperkirakan IHSG akan menguji level support 6.954-7.004 dan resistance di kisaran 7.177-7.184.

“Secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low namun rentang penguatan akan cukup terbatas dikarenakan saat ini masih menguji resistance kuat MA 50,” ujar Dennies dalam risetnya, Jumat (17/6).

Dennies mengatakan, kekhawatiran akan resesi global mulai mereda setelah keputusan The Fed menaikkan suku bunga 75 bps kemarin. Dari dalam negeri masih akan ditopang musim pembagian dividen.

Sementara itu, pengamat pasar modal dari MNC Asset Management Edwin Sebayang mencermati sentimen negatif IHSG berasal dari turunnya EIDO sebesar 0,09 persen serta turunnya harga beberapa komoditas seperti CPO 1,61 persen dan nikel sebesar 1,94 persen di tengah semakin melemahnya nilai tukar rupiah.

“Baru sehari dikasih bernapas, indeks DJIA kembali dihajar turun sebesar 2,42 persen dan saat ini sudah berada di bawah level psikologis 30.000, level terendah sejak Maret 2020,” kata Edwin.

Edwin menyebut Indeks DJIA menurun seiring mengecewakannya data sektor perumahan AS turun terendah sejak Oktober 2021 dan tingginya inflasi di tengah The Fed secara agresif menaikkan FFR.

“Akibat tingginya inflasi, saat ini pelaku pasar di Wall mulai memperkirakan The Fed akan menaikkan FFR hingga 4,5 hingga 5 persen, lebih tinggi dari proyeksi The Fed saat ini di level 3,5 persen-4 persen,” lanjutnya.

Edwin merekomendasikan beberapa saham, yaitu BBCA, PGAS, ASII, MAPI dan ITMG.

  1. BBCA

Technical Indicators: Buy ,

Baca Juga:   Di Tengah Kekhawatiran Varian Omicron, Wall Street Ditutup Turun

Buy: 7.575

Target Price: 7.950

Stop-Loss: 7,200

  1. PGAS

Technical Indicators: Buy

Buy: 1.820

Target Price: 1.910

Stop-Loss: 1.730

  1. ASII

Technical Indicators: Strong Buy

Buy: 6.850

Target Price: 7.200

Stop-Loss: 6.500

  1. MAPI

Technical Indicators: Buy

Buy: 910

Target Price: 960

Stop-Loss: 860

  1. ITMG

Technical Indicators: Neutral

Buy: 32.600

Target Price: 34.250

Stop-Loss: 30.975.

 

Leave a Comment